Greenhill Ciwidey – Aljazair kembali menghadapi gelombang kebakaran hutan di sejumlah provinsi. Kebakaran ini juga berdampak pada sebuah panti asuhan dan menambah kekhawatiran masyarakat.
Petugas terus bekerja untuk mengendalikan api. Mereka mengerahkan personel dan peralatan ke berbagai lokasi yang terdampak.
“Baca Juga: Huawei MatePad Air (2026) Debut Global, Layar 12 Inci Baterai 10.100mAh“
Ratusan Kebakaran Terjadi dalam Sehari
Layanan Perlindungan Sipil Aljazair melaporkan peningkatan jumlah kebakaran dalam 24 jam terakhir.
Petugas menangani 115 kebakaran yang terjadi di berbagai lokasi. Titik kebakaran tersebut meliputi kawasan hutan, semak belukar, lahan pertanian, dan perkebunan kurma.
Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran yang melanda negara itu pada musim panas.
Sebagian Besar Titik Api Berhasil Dikendalikan
Tim pemadam berhasil mengendalikan sebagian besar kebakaran.
Sebanyak 89 titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Selain itu, petugas menempatkan 14 lokasi dalam pengawasan setelah proses pemadaman selesai.
Sementara itu, 14 titik kebakaran lainnya masih aktif. Petugas terus berupaya mencegah api meluas ke wilayah lain.
Hingga laporan terakhir, pihak berwenang belum menerima laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Pemerintah Kerahkan Pesawat dan Tim Pemadam
Pemerintah Aljazair mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat proses pemadaman.
Tim pemadam menggunakan pesawat khusus untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.
Selain itu, pemerintah mengirim detasemen regional dan unit pemadam bergerak ke daerah yang mengalami kebakaran paling parah.
Langkah tersebut bertujuan mempercepat pengendalian api sekaligus melindungi permukiman warga.
Kebakaran Hutan Menjadi Ancaman Rutin Setiap Musim Panas
Kebakaran hutan sudah menjadi ancaman yang berulang di Aljazair, terutama di wilayah utara dan timur.
Musim panas menghadirkan suhu yang sangat tinggi. Pada saat yang sama, vegetasi mengering sehingga mudah terbakar.
Angin kencang juga mempercepat penyebaran api. Akibatnya, kebakaran sering meluas dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran
Bank Dunia menilai kebakaran hutan semakin sering terjadi di Aljazair.
Lembaga tersebut mengaitkan peningkatan risiko itu dengan perubahan iklim. Kenaikan suhu dan cuaca yang semakin ekstrem membuat potensi kebakaran terus meningkat.
Karena itu, pemerintah perlu memperkuat upaya pencegahan dan mempercepat respons darurat saat kebakaran terjadi.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting. Kesadaran untuk mencegah kebakaran dapat membantu mengurangi risiko bencana yang lebih besar pada musim panas berikutnya.
“Baca Juga: Huawei MatePad Air (2026) Debut Global, Layar 12 Inci Baterai 10.100mAh“




