Greenhill Ciwidey – Insiden penembakan mengguncang Sekolah Debsirin Cabang Nonthaburi, di pinggiran Bangkok, Thailand, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Peristiwa tragis tersebut menewaskan delapan orang, termasuk pelaku yang mengakhiri hidupnya setelah melakukan penembakan.
Polisi mengungkapkan bahwa jumlah korban bertambah setelah menemukan dua korban lain di rumah pelaku. Kedua korban tersebut merupakan kakek dan nenek pelaku.
“Baca Juga: Hiroshima Kenang 81 Tahun Tragedi Bom Atom“
Polisi Ungkap Identitas Pelaku
Polisi menyatakan bahwa pelaku merupakan siswa berusia 14 tahun yang bersekolah di Debsirin Cabang Nonthaburi.
Menurut hasil penyelidikan awal, pelaku terlebih dahulu mendatangi rumah keluarganya.
Di lokasi itu, pelaku diduga menembak kakek dan neneknya hingga meninggal dunia.
Setelah itu, pelaku menuju sekolah dan melakukan penembakan.
Lima Guru Tewas di Dalam Sekolah
Setibanya di sekolah, pelaku melepaskan tembakan ke arah guru dan siswa.
Pihak berwenang kemudian mengonfirmasi bahwa lima guru meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Sementara itu, pelaku ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya.
Dengan tambahan dua korban di rumah, jumlah korban tewas dalam insiden ini mencapai delapan orang.
Proses Evakuasi Berlangsung Cepat
Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan suasana yang penuh kepanikan.
Staf sekolah segera mengevakuasi para siswa keluar dari ruang kelas.
Di sisi lain, aparat kepolisian langsung memasuki area sekolah untuk mencari pelaku dan mengamankan lokasi.
Langkah cepat tersebut bertujuan melindungi siswa dan mencegah jatuhnya korban tambahan.
Insiden Kembali Soroti Kepemilikan Senjata Api
Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian terhadap masalah kepemilikan senjata api di Thailand.
Insiden tersebut terjadi beberapa bulan setelah penembakan di sebuah sekolah di wilayah selatan Thailand pada Februari lalu.
Dua kejadian dalam waktu yang relatif berdekatan mendorong munculnya kembali perdebatan mengenai pengawasan senjata api di negara tersebut.
Sejumlah pihak diperkirakan akan kembali meminta pemerintah memperketat aturan kepemilikan senjata guna mencegah tragedi serupa.
Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki motif di balik penembakan tersebut.
Penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara lengkap.
Sementara itu, pihak sekolah bersama pemerintah setempat memberikan pendampingan kepada para siswa, guru, dan keluarga korban yang terdampak oleh tragedi ini.
“Baca Juga: Wamenkes: Diabetes dan Hipertensi Sering Tak Bergejala“






