Greenhill Ciwidey – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menangani kecelakaan mobil tangki LPG di Tol Jagorawi.
Insiden tersebut terjadi di ruas Tol Cililitan-Jagorawi, tepatnya pada flyover Interchange Cawang arah Bogor.
Sebelumnya, informasi awal menyebut dugaan microsleep sebagai salah satu penyebab kecelakaan tersebut.
Namun, Pertamina menyebut mobil tangki mengalami gangguan kendali saat insiden berlangsung.
Mobil Tangki Menabrak Pembatas Jalan
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menyampaikan informasi tersebut.
Reno juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas gangguan akibat kecelakaan tersebut.
Menurut informasi awal, mobil tangki menabrak pembatas jalan setelah mengalami gangguan kendali.
Benturan tersebut kemudian mengenai beberapa kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi.
Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Awak Mobil Tangki atau AMT dan pengendara kendaraan lain tetap selamat.
Petugas juga memberikan pemeriksaan kepada seluruh pihak yang terdampak kecelakaan.
Mobil Tangki Membawa LPG Menuju Sukabumi
Saat kecelakaan terjadi, mobil tangki LPG sedang menjalankan perjalanan menuju Sukabumi.
Mobil tersebut berangkat dari Integrated Terminal Jakarta menuju SPPBE Cikembar.
Sebelumnya, mobil tangki telah menyelesaikan proses pengisian LPG di Integrated Terminal Jakarta.
Pertamina kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan sejumlah pihak terkait.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk menangani kecelakaan dan memastikan proses evakuasi berjalan aman.
Pertamina Amankan Produk LPG
Pertamina Patra Niaga juga mengambil langkah pengamanan terhadap LPG yang berada dalam mobil tangki.
Perusahaan akan memindahkan produk LPG menggunakan head truck pengganti.
Head truck tersebut sudah berada di lokasi untuk mendukung proses pengamanan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga keselamatan selama proses penanganan kendaraan.
Selain itu, Pertamina juga menyelesaikan persoalan dengan pemilik kendaraan lain secara musyawarah.
Pertamina Periksa Kondisi Sopir Sebelum Berangkat
Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa petugas memeriksa kondisi AMT sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan tersebut mengikuti standar operasional yang berlaku di perusahaan.
Hasil pemeriksaan menyatakan AMT memenuhi persyaratan untuk menjalankan perjalanan.
Namun, Pertamina masih menangani kecelakaan tersebut bersama pihak kepolisian dan pihak terkait.
Informasi tersebut menjadi bagian dari proses penanganan insiden secara menyeluruh.
Pertamina Utamakan Keselamatan Operasional
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan dalam distribusi energi.
Perusahaan juga memperhatikan kesehatan kerja, keamanan, serta perlindungan lingkungan.
Karena itu, Pertamina terus menerapkan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan operasional.
Sementara itu, Pertamina mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara.
Pengendara juga perlu menjaga kewaspadaan, terutama ketika melintasi ruas jalan dengan lalu lintas padat.





