Greenhill Ciwidey – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut lebih dari 8.000 tentara Korea Utara kini berada di wilayah Rusia.
Zelensky juga menyebut sekitar 10.000 personel tambahan tengah menjalani persiapan untuk menuju Rusia. Ia menyampaikan informasi tersebut berdasarkan data baru yang diterima Ukraina.
Menurut Zelensky, Korea Utara sedang memilih personel untuk menjalani pelatihan. Setelah pelatihan selesai, Rusia akan menerima tambahan pasukan tersebut.
“Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Pemda Berprestasi Papua“
Ukraina Ungkap Rencana Pengiriman Pasukan Tambahan
Zelensky menyampaikan informasi tersebut pada Senin, 28 September 2026. Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow.
Sebelumnya, Zelensky juga memperkirakan jumlah pasukan Korea Utara dapat meningkat. Pada Agustus, ia menyebut hingga 50.000 tentara Korea Utara berpotensi mendukung Rusia dalam perang Ukraina.
Namun, angka tersebut merupakan perkiraan Zelensky. Ukraina belum memberikan bukti publik yang dapat memverifikasi jumlah terbaru secara independen.
Sementara itu, laporan Reuters menyebut Ukraina dan Korea Selatan memperkirakan Korea Utara telah mengirim sekitar 14.000 hingga 15.000 tentara sejak 2024.
Pasukan Korea Utara Banyak Berada di Kursk
Menurut penilaian Ukraina dan Korea Selatan, sebagian pasukan Korea Utara menjalankan tugas di wilayah Kursk.
Pasukan Rusia menghadapi operasi lintas batas Ukraina di kawasan tersebut. Karena itu, keberadaan pasukan Korea Utara menjadi bagian dari kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow.
Selain mengirim personel, Korea Utara juga memasok berbagai jenis persenjataan kepada Rusia.
Laporan Ukraina dan sejumlah penilaian pertahanan menyebut Pyongyang memasok peluru artileri dan mortir dalam jumlah besar. Pyongyang juga memasok rudal balistik serta sistem roket.
Persenjataan Korea Utara Jadi Bagian Kerja Sama Militer
Kerja sama Pyongyang dan Moskow tidak hanya mencakup pengiriman personel. Kedua negara juga memperluas hubungan dalam bidang militer dan teknologi.
Zelensky menyatakan Rusia memberikan dukungan teknologi kepada Korea Utara sebagai bagian dari kerja sama tersebut. Ia juga menyebut Korea Utara mulai memproduksi drone serang dengan dukungan teknologi Rusia.
Namun, Rusia dan Korea Utara tidak memberikan konfirmasi independen terhadap seluruh klaim Ukraina tersebut.
Karena itu, angka pasukan dan rincian kerja sama perlu pembaruan dari sumber independen. Perkiraan jumlah pasukan juga dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.
Hubungan Ukraina dan Korea Selatan Ikut Memanas
Perkembangan ini muncul ketika Ukraina dan Korea Selatan menghadapi perselisihan diplomatik.
Perselisihan tersebut bermula setelah Zelensky mengungkap pemindahan dua tentara Korea Utara yang Ukraina tangkap. Ukraina kemudian menyerahkan kedua tentara tersebut kepada Korea Selatan.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan penyesalan atas pengungkapan tersebut. Seoul menyebut kedua negara sebelumnya menyepakati kerahasiaan proses pemindahan.
Pemerintah Ukraina membantah adanya kesepakatan kerahasiaan seperti yang Seoul sampaikan. Perselisihan tersebut kemudian mendorong Seoul meminta penjelasan dan permintaan maaf dari Kyiv.
Korea Selatan Tetap Berikan Bantuan untuk Ukraina
Korea Selatan sebelumnya mengumumkan paket bantuan senilai 100 juta dolar AS untuk Ukraina.
Paket tersebut berfokus pada bantuan non-mematikan. Seoul juga tetap mempertahankan kebijakan yang membatasi bantuan berupa senjata mematikan kepada Ukraina.
Sementara itu, keterlibatan Korea Utara dalam perang Ukraina terus menjadi perhatian internasional.
Jika pengiriman tambahan 10.000 personel benar terjadi, perkembangan tersebut akan menambah dimensi baru dalam kerja sama militer Pyongyang dan Moskow.
Namun, informasi mengenai jumlah pasukan tambahan masih berasal dari klaim pihak Ukraina. Karena itu, perkembangan selanjutnya tetap membutuhkan konfirmasi dari sumber independen.
“Baca Juga: Sudah Cukup Minum tapi Masih Sembelit? Ini Penyebabnya“






