Greenhill Ciwidey – Kecelakaan Transjakarta Turun: Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menyatakan angka kecelakaan bus Transjakarta menurun sejak 2022 hingga Agustus 2025. Ia menjelaskan bahwa tren ini berdasarkan sistem manajemen keselamatan yang diatur oleh Kementerian Perhubungan.
Pada 2022, angka kecelakaan tercatat 0,55 per 100 ribu kilometer. Angka itu turun menjadi 0,5 pada 2023, kemudian 0,36 pada 2024. Hingga Agustus 2025, angka kembali turun menjadi 0,32. Menurut Welfizon, angka fatalitas atau fatality rate berhasil bertahan di nol sejak 2023.
Data Statistik Tidak Menenangkan Publik
Meski data terlihat membaik, Welfizon menegaskan masyarakat lebih peduli pada peristiwa nyata. Setiap kali terjadi kecelakaan, publik menyoroti kelemahan layanan. Ia menyebut bahwa akuntabilitas publik lebih penting daripada sekadar statistik.
Menurutnya, evaluasi harus segera dilakukan setiap kali insiden muncul. Ia menekankan bahwa respon cepat lebih dibutuhkan daripada sekadar menunjukkan angka penurunan kecelakaan.
Rangkaian Kecelakaan September 2025
Dalam bulan September 2025, tercatat tiga kecelakaan yang melibatkan armada Transjakarta. Kejadian-kejadian ini menjadi perhatian besar masyarakat karena terjadi beruntun.
Kecelakaan Pertama
Pada Sabtu, 6 September 2025, sopir Transjakarta berinisial LK menabrak sebuah toko di Jalan Raya Minangkabau, Jakarta Selatan. Dugaan awal menyebut sopir kurang konsentrasi saat mengemudi.
Kecelakaan Kedua
Pada Kamis, 18 September 2025, bus Transjakarta koridor 3 bertabrakan dengan truk di Jalan Cideng Timur, Jakarta Pusat. Insiden terjadi di perempatan dekat RSUD Tarakan dan sempat menimbulkan kemacetan.
Kecelakaan Ketiga
Kecelakaan lain terjadi pada Jumat, 19 September 2025, di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Bus koridor 11 rute Pulo Gebang–Kampung Melayu menabrak mobil, motor, dan sebuah ruko. Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB.
Perbaikan Sistem dan Tantangan Lapangan
Welfizon menegaskan Transjakarta terus memperkuat manajemen keselamatan. Perusahaan berupaya menekan risiko dengan pelatihan sopir, pengecekan armada, dan pengawasan jalur. Namun, ia mengakui bahwa faktor manusia dan kondisi jalan sering menjadi penyebab utama.
Ia menambahkan bahwa peningkatan sistem tidak serta merta menghentikan insiden. Karena itu, fokus ke depan adalah evaluasi menyeluruh setelah setiap kecelakaan. Dengan begitu, penyebab bisa segera diatasi sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.
Harapan Masyarakat dan Langkah Selanjutnya
Masyarakat berharap layanan Transjakarta lebih aman. Setiap insiden menurunkan kepercayaan publik terhadap transportasi umum ini. Oleh sebab itu, perusahaan dituntut lebih transparan dan cepat mengambil tindakan.
Welfizon berkomitmen menindaklanjuti setiap kasus dengan evaluasi terbuka. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat agar pengguna tetap merasa aman. Dengan langkah konsisten, Transjakarta berharap mampu menjaga tren penurunan angka kecelakaan sekaligus membangun kembali kepercayaan publik.






