Greenhill Ciwidey – Ledakan kembang api terjadi saat warga merayakan festival tradisional di Meksiko tengah. Insiden tersebut menewaskan 10 orang.
Selain itu, ledakan tersebut menyebabkan 64 orang mengalami luka-luka. Petugas kemudian membawa seluruh korban luka ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
“Baca Juga: Roy Suryo Siap Jalani Sidang Kasus Ijazah Jokowi“
Ledakan Terjadi Saat Warga Menyaksikan Kembang Api
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat pada Sabtu, 5 September 2026. Lokasi kejadian berada di sebuah paroki di Santa Maria Canchesda.
Santa Maria Canchesda merupakan sebuah komunitas di Temascalcingo, Negara Bagian Meksiko. Wilayah tersebut berada di barat laut Mexico City.
Saat kejadian, warga berkumpul di luar gereja untuk menyaksikan pertunjukan kembang api. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian festival tradisional.
Suasana perayaan berubah menjadi kepanikan setelah ledakan besar terjadi. Warga kemudian berusaha menjauh dari lokasi untuk menyelamatkan diri.
Bahan Kembang Api Meledak di Dalam Gudang
Pihak berwenang menyebut bahan kembang api memicu ledakan tersebut. Petugas menemukan bahan tersebut tersimpan dalam sebuah ruangan.
Ruangan itu digunakan sebagai tempat penyimpanan kembang api. Ledakan kemudian merusak bangunan gereja dan membuat sebagian strukturnya runtuh.
Reruntuhan bangunan menjebak sejumlah warga di sekitar lokasi. Karena itu, tim penyelamat langsung bergerak untuk mencari dan mengevakuasi korban.
Petugas bekerja sepanjang malam untuk mengeluarkan warga dari bawah reruntuhan. Mereka juga mengamankan area untuk mencegah risiko tambahan.
Sepuluh Orang Meninggal, 64 Warga Terluka
Pemerintah Negara Bagian Meksiko kemudian mengonfirmasi jumlah korban dalam insiden tersebut. Ledakan itu menewaskan 10 orang.
Sementara itu, 64 orang mengalami berbagai jenis luka. Petugas medis membawa para korban ke sejumlah rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Sejumlah anak juga termasuk dalam daftar korban luka. Selain itu, dua pastor gereja turut mengalami cedera akibat ledakan tersebut.
Otoritas kesehatan mencatat beragam jenis cedera pada para korban. Cedera tersebut meliputi luka akibat benturan, cedera kepala, memar, dan luka bakar.
Beberapa korban mengalami luka bakar tingkat pertama hingga tingkat ketiga. Kondisi tersebut membuat sejumlah korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Petugas Bentuk Pos Komando Gabungan
Setelah kejadian, berbagai lembaga langsung mengerahkan personel ke lokasi. Petugas darurat negara bagian turut bergabung dalam operasi tersebut.
Tenaga medis, otoritas federal, dan personel militer juga membantu penanganan. Mereka kemudian membentuk pos komando gabungan di sekitar lokasi.
Pos tersebut membantu petugas mengatur operasi penyelamatan secara lebih terkoordinasi. Selain itu, petugas mengamankan area dari kemungkinan bahaya yang masih tersisa.
Petugas juga memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman. Mereka memeriksa kondisi bangunan sebelum mengizinkan aktivitas di sekitar lokasi.
Otoritas Selidiki Penyebab Ledakan
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut. Mereka juga memeriksa cara penyimpanan bahan kembang api di lokasi.
Penyelidikan akan membantu petugas mengetahui rangkaian kejadian sebelum ledakan. Selain itu, hasil penyelidikan dapat mengungkap faktor yang meningkatkan risiko insiden.
Otoritas hingga kini masih mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian. Petugas juga terus menangani dampak ledakan terhadap para korban.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap menjauhi area kejadian selama proses penanganan berlangsung. Langkah tersebut bertujuan menjaga keselamatan warga dan petugas.
“Baca Juga: 4 Cara Tidur Nyenyak Saat Cemas karena Erupsi Krakatau“






