Greenhill Ciwidey – Dua anggota Garda Nasional Amerika Serikat ditembak hanya beberapa blok dari Gedung Putih pada Rabu, 26 November 2025. Polisi langsung mengamankan lokasi kejadian dan menangkap tersangka. Kejadian ini membuat keamanan di pusat ibu kota kembali menjadi sorotan.
Asisten Kepala Eksekutif Kepolisian Metropolitan, Jeffrey Carroll, menjelaskan bahwa kedua korban berada dalam kondisi kritis. Ia mengatakan bahwa tersangka bertindak sebagai penyerang tunggal. Tersangka mengangkat senjata dan menyergap dua anggota Garda Nasional yang sedang melakukan patroli dengan visibilitas tinggi.
“Baca Juga: Fakta Baru Kasus Alvaro: Ayah Tiri Ubah Rencana Pembuangan“
Kronologi Penyerangan dari Keterangan Polisi
Menurut laporan CNN, tersangka mendekati anggota Garda Nasional dan menembak salah satu korban dari jarak sangat dekat. Korban lainnya mencoba berlindung di belakang halte bus. Namun tersangka mengejar dan menembak korban kedua tersebut.
Gubernur Virginia Barat, Patrick Morrissey, sempat menyampaikan bahwa kedua korban meninggal akibat luka tembak. Ia kemudian mengklarifikasi pernyataannya setelah menerima laporan yang saling bertentangan. Informasi terbaru menyebutkan bahwa kedua anggota Garda Nasional masih menjalani perawatan intensif.
Respons Terhadap Penembakan dari Pemerintah Federal
Presiden Donald Trump mengutuk penembakan itu melalui akun Truth Social. Ia menyebut pelaku sebagai “hewan” dan menegaskan bahwa pelaku akan menerima konsekuensi berat. Trump juga menyampaikan bahwa pelaku terluka parah setelah kejadian.
Wakil Presiden J.D. Vance meminta masyarakat mendoakan kedua korban. Ia menegaskan bahwa para prajurit, baik aktif, cadangan, maupun Garda Nasional, selalu berperan sebagai pedang dan perisai negara.
Menteri Perang Pete Hegseth memberikan pernyataan setelah insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan tambahan 500 anggota Garda Nasional untuk memperkuat 2.500 pasukan yang sudah ditempatkan di Washington, D.C.
Kebijakan Keamanan Trump Jadi Sorotan Publik
Pemerintahan Trump sebelumnya mengerahkan Garda Nasional ke Washington, D.C., dan beberapa kota lain. Trump menyebut langkah ini sebagai tindakan keras terhadap kejahatan yang ia klaim semakin merajalela di kota yang dipimpin Partai Demokrat.
Partai Demokrat menuduh langkah tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Mereka mengajukan gugatan hukum yang kemudian membuat pengadilan memblokir sebagian pengerahan pasukan itu. Perdebatan mengenai batas kewenangan eksekutif menjadi perhatian nasional.
Pada bulan lalu, aksi pawai besar-besaran bertajuk “No Kings” terjadi di berbagai kota. Aksi tersebut menentang tindakan keras Trump terhadap imigrasi ilegal dan penggunaan Garda Nasional. Pawai tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di Amerika Serikat menjelang pemilu mendatang.
Kesimpulan: Penembakan Dekat Gedung Putih ASPenembakan Dekat Gedung Putih
Insiden penembakan dua anggota Garda Nasional ini menambah daftar panjang peristiwa kekerasan bersenjata di Amerika Serikat. Tersangka sudah ditangkap, namun kondisi korban masih kritis. Pemerintah meningkatkan keamanan di ibu kota sambil menegaskan komitmen mereka untuk menindak tegas pelaku kekerasan.
Kejadian ini juga memperpanjang perdebatan tentang kebijakan keamanan Presiden Trump. Publik kini menunggu langkah lanjutan pemerintah dalam menjaga stabilitas di Washington, D.C.
“Baca Juga: Prabowo Perintahkan Respons Cepat Banjir dan Longsor di Sumatera“






