Greenhill Ciwidey – Polisi mengungkap perkembangan penting terkait kematian Alvaro Kiano Nugroho. Alvaro sebelumnya dilaporkan hilang selama delapan bulan. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa Alex Iskandar sempat meminjam cangkul untuk mengubur jenazah.
Alex membawa cangkul itu setelah berniat menanam jasad Alvaro. Namun Alex gagal menggali tanah karena kondisi tanah sangat keras. Alex kemudian membuang jasad Alvaro ke tumpukan sampah di dekat sungai.
“Baca Juga: Martín Vizcarra Dihukum 14 Tahun dalam Kasus Suap Peru“
Pelaku Panik dan Kembali Mengutak-Atik Jasad Korban
Sebulan setelah membuang jasad itu, Alex mulai panik. Alex merasa takut karena plastik yang membungkus jenazah mungkin masih menyimpan sidik jarinya. mR Alex kemudian meminta bantuan seseorang berinisial G untuk mengangkat kembali jasad tersebut.
Alex mengatakan kepada G bahwa benda dalam plastik itu hanyalah bangkai anjing. G kemudian membantu mengangkat plastik itu tanpa mengetahui kebenarannya. Setelah itu, Alex membungkus jasad Alvaro menggunakan dua plastik hitam baru. Alex kemudian membuang jasad tersebut ke lokasi lain.
Kronologi Hilangnya Alvaro Terungkap Setelah Pemeriksaan
Kasus ini bermula ketika keluarga melaporkan Alvaro hilang pada 6 Maret 2025. Selama penyelidikan, polisi menemukan banyak kejanggalan dalam kesaksian Alex. Penyelidikan berlanjut hingga akhirnya polisi mengamankan Alex pada Jumat, 21 November 2025.
Saat diperiksa, Alex mengakui bahwa ia membawa Alvaro dari masjid tempat korban mengaji di kawasan Bintaro. mR Alex lalu menghabisi nyawa Alvaro karena cemburu. mR Alex menuduh istrinya berselingkuh dan melampiaskan kemarahan kepada anak tirinya.
Alex membawa jasad Alvaro ke wilayah Tenjo, Bogor, tiga hari setelah pembunuhan. Alex kemudian membuang jasad tersebut dan kembali ke rumah seolah tidak terjadi apa pun.
Pengakuan Pelaku Menjadi Titik Terang Kasus
Setelah penyidik mengamankan Alex, polisi mulai mendapatkan gambaran lengkap mengenai kejadian sebenarnya. Alex memaparkan motif utama dan seluruh tindakan yang ia lakukan setelah pembunuhan. Polisi segera mencari lokasi pembuangan jasad berdasarkan pengakuan itu.
Penyidik terus memeriksa saksi termasuk G yang membantu Alex tanpa mengetahui isi plastik. Polisi ingin memastikan seluruh rangkaian kejadian terekam secara detail.
Akhir Tragis Saat Pelaku Diamankan Polisi
Setelah polisi mengamankan Alex, penyidik membawa pelaku ke ruang konseling. Polisi ingin menggali lebih dalam motif dan kronologi kejadian. Namun Alex mengambil tindakan ekstrem saat berada di ruang tersebut. Alex mengakhiri hidupnya sebelum proses hukum berjalan.
Kejadian itu membuat polisi mengambil langkah lanjutan untuk menuntaskan penyelidikan. Polisi memastikan proses pemeriksaan tetap berlanjut meski pelaku utama meninggal. Polisi juga memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan.
Fakta Baru Kasus Alvaro: Polisi Berkomitmen Menyelesaikan Kasus Secara Menyeluruh
Polisi menegaskan komitmen untuk mengungkap seluruh detail kasus ini. Penyidik akan memastikan semua pihak yang terlibat diperiksa. Polisi juga akan menelusuri lokasi tempat Alex membuang jasad dalam dua kesempatan berbeda.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena berlangsung selama delapan bulan. Polisi meminta masyarakat lebih waspada dan segera melapor jika melihat indikasi kekerasan terhadap anak. Polisi berharap kasus ini menjadi pelajaran agar kekerasan dalam rumah tangga tidak terjadi lagi.
“Baca Juga: Kebakaran Wang Fuk Court Hong Kong Renggut Nyawa Dua WNI“






