Greenhill Ciwidey – Polisi Ghana mengonfirmasi penangkapan Evans Eshun pada 31 Desember.
Ia dikenal publik dengan nama Ebo Noah.
Selama berbulan-bulan, Eshun menyebarkan klaim banjir global.
Ia menyebut banjir akan dimulai pada Hari Natal.
Eshun juga mengklaim bencana itu akan berlangsung selama tiga tahun.
Ia meminta pengikutnya menyumbangkan uang.
“Baca Juga: Ramalan Nostradamus 2026 Dikaitkan Tragedi Swiss“
Klaim Bahtera Modern Picu Kontroversi
Pada Agustus, Eshun mengaku menerima perintah langsung dari Tuhan.
Ia mengklaim harus membangun sepuluh kapal kayu.
Menurutnya, kapal tersebut akan menyelamatkan umat manusia.
Ia rutin mengunggah video pembangunan kapal di media sosial.
Namun, laporan publik memicu kontroversi besar.
Sejumlah pihak menuduh Eshun menyalahgunakan dana sumbangan.
Dana tersebut diduga digunakan untuk membeli Mercedes-Benz.
Kabar ini langsung memicu kemarahan warganet.
Banjir Tak Terjadi, Narasi Baru Muncul
Pada 26 Desember, banjir yang dijanjikan tidak terjadi.
Situasi ini menimbulkan gelombang kritik tajam.
Namun, Eshun tetap melanjutkan narasinya.
Ia mengklaim doa dan puasa mengubah keputusan Tuhan.
Eshun menyebut dirinya berpuasa selama tiga minggu.
Ia juga mengaku menerima visi baru.
“Tuhan memberi kita lebih banyak waktu,” ucap Eshun.
Ia menyampaikan pesan itu melalui rekaman video.
Klaim Penundaan Kiamat Disampaikan di Panggung Musik
Beberapa hari setelah Natal, Eshun muncul di acara besar.
Ia naik ke atas panggung konser rapper Ghana, Sarkodie.
Di hadapan ribuan penonton, Eshun menyampaikan klaim mengejutkan.
Ia meminta publik bersukacita karena kiamat tertunda.
Aksi tersebut kembali memicu perdebatan luas.
Banyak pihak menilai tindakan itu menyesatkan masyarakat.
Perdebatan Publik Kembali Menguat di Ghana
Kasus ini memantik diskusi serius di Ghana.
Masyarakat mempertanyakan peran tokoh agama gadungan.
Publik juga menyoroti penyalahgunaan kepercayaan umat.
Isu transparansi sumbangan menjadi perhatian utama.
Pakar sosial menilai kasus ini berbahaya bagi stabilitas sosial.
Narasi kiamat dinilai mudah memicu kepanikan massal.
Polisi Ghana Tangkap Nabi Gadungan: Masih Dalami Dugaan Pelanggaran
Hingga kini, polisi belum mengungkap dakwaan resmi.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lanjutan.
Polisi juga belum memastikan status hukum Eshun.
Namun, penangkapan ini menandai langkah tegas aparat.
Kasus Ebo Noah menjadi pengingat penting.
Publik perlu bersikap kritis terhadap klaim luar biasa.
Pemerintah dan aparat diharapkan memperkuat pengawasan.
Langkah ini penting demi melindungi masyarakat luas.
“Baca Juga: Ledakan Pesta Tahun Baru Swiss Tewaskan 40 Orang“





