Greenhill Ciwidey – Kejagung Buru Riza Chalid: Kejaksaan Agung berencana memasukkan Riza Chalid, tersangka kasus impor minyak mentah, ke dalam daftar pencarian orang. Riza sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik. Langkah ini diambil agar keberadaan Riza segera terlacak.
“Baca Juga: Spanyol Kebakaran Hutan, 20 Titik Api Meluas dan Ribuan Tentara Dikerahkan“
Maruarar Ingatkan Efisiensi Proses Pencarian
Mantan hakim Mahkamah Konstitusi, Maruarar Siahaan, mengingatkan agar biaya pencarian tidak lebih besar dari kerugian negara. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara biaya yang keluar dan aset yang bisa diselamatkan. Menurutnya, aset recovery menjadi tujuan utama dalam penanganan kasus korupsi.
Aset Recovery Jadi Fokus Utama
Maruarar menekankan bahwa penanganan korupsi tidak hanya soal hukuman badan. Ia menyebut aset recovery sebagai paradigma baru yang harus dijalankan. Menurutnya, walaupun tersangka meninggal atau bersembunyi, negara tetap bisa mendapatkan kembali kerugian melalui penyitaan aset.
Kejagung Didesak Segera Sita Aset
Maruarar mendorong Kejagung segera menyita aset milik Riza Chalid. Ia menyatakan bahwa penyidik bisa langsung melakukan penyitaan setelah menetapkan tersangka. Untuk aset di luar negeri, pemerintah bisa memakai mekanisme bantuan hukum internasional. Mekanisme ini membuka peluang kerja sama lintas negara untuk melacak harta koruptor.
Peluang Kerja Sama dengan Malaysia
Jika benar Riza berada di Malaysia, pemerintah Indonesia dapat meminta kerja sama resmi. Negara tersebut bisa membantu menelusuri apakah ada aset Riza di wilayahnya. Dengan begitu, proses penyitaan tetap berjalan meski tersangka berada di luar negeri.
Pentingnya Laporan Periodik kepada Presiden
Maruarar juga menekankan perlunya laporan periodik dari Kejagung kepada presiden. Ia menilai presiden memiliki kewenangan untuk mengevaluasi kinerja penegakan hukum. Dengan laporan rutin, presiden bisa langsung mengawasi proses penanganan perkara sebagai kepala negara.
Harapan Terhadap Penegakan Hukum
Maruarar berharap kasus ini menciptakan momentum besar untuk memperkuat paradigma baru dalam pemberantasan korupsi. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum perlu menempatkan penyelamatan aset negara sebagai prioritas utama. Menurutnya, aparat yang fokus pada pengembalian kerugian negara akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kejagung Hadapi Tugas Berat
Kejagung kini menghadapi tugas berat untuk menyeimbangkan upaya pencarian dan penyelamatan aset. Jika hanya mengandalkan pengejaran tersangka, biaya yang keluar berpotensi besar. Namun dengan strategi aset recovery, kerugian negara bisa tertutup lebih cepat.
Publik Tunggu Ketegasan Pemerintah
Masyarakat menantikan langkah tegas Kejagung dan pemerintah dalam kasus ini. Apakah aparat akan segera menemukan Riza atau justru menyita asetnya lebih dulu. Apapun hasilnya, publik berharap kerugian negara tidak berlarut-larut.
Kesimpulan: Kejagung Buru Riza Chalid
Kasus Riza Chalid menunjukkan bahwa penanganan korupsi harus fokus pada pengembalian aset.
Pemerintah harus segera menyita harta tersangka, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum bisa tetap terjaga.
“Baca Juga: Penumpang KMP Mufidah Hilang Setelah Jatuh ke Laut Bakauheni“






