Greenhill Ciwidey – Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC mengklaim berhasil menembak jatuh drone MQ-9 milik Amerika Serikat pada Selasa, 26 Mei 2026.
IRGC juga menyebut sebuah drone RQ-4 dan jet tempur F-35 sempat memasuki wilayah udara Iran. Menurut mereka, pasukan Iran berhasil memukul mundur pesawat tersebut sebelum situasi semakin memburuk.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, menyiarkan pernyataan resmi tersebut. IRGC mengatakan pesawat-pesawat itu memasuki wilayah udara Iran melalui kawasan Teluk.
Selain itu, IRGC menegaskan Iran memiliki hak untuk merespons setiap pelanggaran gencatan senjata oleh militer Amerika Serikat.
“Baca Juga: Menkes Ungkap Warna Dahak yang Jadi Tanda TBC“
Iran Tuduh AS dan Israel Serang Kapal di Selat Hormuz
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Fars News Agency melaporkan adanya serangan terhadap kapal Iran di dekat Selat Hormuz.
Laporan tersebut menyebut pesawat Amerika Serikat dan Israel menyerang kapal di selatan Pulau Larak. Serangan itu dikabarkan menewaskan beberapa warga Iran.
Namun, hingga sekarang belum ada verifikasi independen terkait klaim tersebut. Karena itu, informasi mengenai jumlah korban dan detail serangan masih belum pasti.
Meski begitu, laporan itu kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk dalam beberapa hari terakhir.
Konflik Terjadi di Tengah Proses Mediasi
Perkembangan terbaru ini muncul saat proses mediasi masih berlangsung. Pakistan memimpin upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Konflik tersebut bermula setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Setelah itu, Iran melancarkan serangan balasan.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemudian memperpanjang kesepakatan itu tanpa batas waktu.
Namun, insiden terbaru menunjukkan situasi kawasan masih belum benar-benar stabil.
Pemimpin Iran Beri Peringatan kepada AS
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, juga menyampaikan pesan keras terkait situasi tersebut.
Dalam pidato perayaan Iduladha, Khamenei mengatakan negara-negara kawasan tidak akan lagi menjadi pelindung bagi pangkalan militer Amerika Serikat.
Ia juga menyebut posisi Amerika Serikat di kawasan semakin melemah dari waktu ke waktu.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap tegas Iran terhadap kehadiran militer AS di Timur Tengah.
AS dan Iran Masih Bahas Kesepakatan Perdamaian
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran dan Washington mulai mencapai kesepahaman dalam beberapa isu penting.
Kedua negara disebut terus bertukar informasi terkait kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Namun, Iran menegaskan proses negosiasi masih membutuhkan waktu. Karena itu, kesepakatan final diperkirakan belum akan tercapai dalam waktu dekat.
Di sisi lain, United States Central Command atau CENTCOM mengaku tetap melakukan operasi militer pada Senin, 25 Mei 2026.
CENTCOM menyebut pasukannya menyerang lokasi rudal di Iran selatan. Mereka juga menghancurkan kapal yang diduga mencoba memasang ranjau di wilayah perairan tersebut.
Langkah itu menunjukkan ketegangan antara kedua negara masih terus berlangsung meski gencatan senjata sudah diberlakukan.





