Greenhill Ciwidey – Serangan bom bunuh diri mengguncang kota Quetta, Pakistan barat daya, pada Minggu 24 Mei 2026. Ledakan besar tersebut menargetkan kereta api yang membawa tentara Pakistan.
Serangan itu menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Selain itu, ledakan juga memicu kerusakan besar di sekitar lokasi kejadian.
“Baca Juga: Laporan Kongres: 42 Pesawat AS Hancur di Iran“
Kelompok Separatis Klaim Bertanggung Jawab
Kelompok separatis Balochistan Liberation Army mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kelompok itu diketahui cukup aktif melakukan serangan di wilayah Balochistan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan media lokal, pelaku memakai mobil berisi bahan peledak untuk menyerang kereta militer tersebut.
Ledakan kemudian menghantam beberapa gerbong kereta hingga terbalik dan terbakar.
Ledakan Rusak Rumah dan Bangunan Sekitar
Ledakan besar itu juga merusak sejumlah rumah dan bangunan di sekitar jalur kereta api.
Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan gerbong hangus dan kendaraan rusak parah.
Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi setelah ledakan terjadi.
Selain itu, warga sekitar langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri dari area kejadian.
Rumah Sakit di Quetta Tetapkan Status Darurat
Pemerintah setempat langsung menetapkan status darurat di rumah sakit umum Quetta.
Pihak rumah sakit juga meminta dokter dan tenaga medis tetap siaga untuk menangani korban luka.
Petugas keamanan kemudian menutup area sekitar lokasi serangan untuk mempercepat proses evakuasi.
Tim penyelamat juga terus mencari korban lain di sekitar jalur kereta.
Pakistan Hadapi Gelombang Serangan Baru
Pakistan dalam beberapa bulan terakhir memang menghadapi peningkatan serangan dari kelompok separatis.
Kelompok bersenjata di Balochistan sering menyerang aparat keamanan dan proyek infrastruktur penting.
Selain itu, beberapa kelompok juga menargetkan pekerja asal China yang terlibat dalam proyek ekonomi di Pakistan.
Wilayah Balochistan sendiri menjadi bagian penting dari proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan.
Proyek tersebut menghubungkan wilayah Xinjiang di China dengan Pelabuhan Gwadar di Pakistan.
Perdana Menteri Pakistan Kutuk Serangan
Perdana Menteri Shehbaz Sharif langsung mengutuk serangan tersebut melalui media sosial X.
Ia menyebut aksi itu sebagai tindakan terorisme pengecut yang tidak akan melemahkan rakyat Pakistan.
Sharif juga menegaskan pemerintah akan terus memerangi terorisme dalam segala bentuk.
Sementara itu, aparat keamanan Pakistan masih menyelidiki jaringan pelaku dan kemungkinan ancaman lanjutan setelah serangan tersebut.






