Greenhill Ciwidey – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa bumi yang mengguncang wilayah Jembrana, Bali, pada Senin malam, 13 Juli 2026. Kedua gempa terjadi dalam selang waktu sekitar dua jam dengan pusat gempa yang berbeda.
BMKG menyampaikan informasi tersebut melalui akun resmi di platform X. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai korban maupun kerusakan akibat kedua gempa tersebut.
“Baca Juga: Jutaan Warga Antar Ali Khamenei ke Peristirahatan Terakhir“
Gempa Pertama Berkekuatan Magnitudo 4,1
Gempa pertama terjadi pada pukul 19.06 WIB. BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 4,1.
Pusat gempa berada di laut sekitar 28 kilometer timur laut Jembrana. Gempa berasal dari kedalaman 12 kilometer.
BMKG melaporkan bahwa warga di Kabupaten Buleleng dan Jembrana merasakan getaran dengan intensitas III MMI.
Sementara itu, masyarakat di Banyuwangi juga merasakan getaran dengan intensitas II hingga III MMI.
Pada skala tersebut, sebagian orang dapat merasakan guncangan di dalam rumah. Beberapa benda ringan juga dapat bergoyang.
Gempa Kedua Terjadi Dua Jam Kemudian
BMKG kembali mencatat gempa kedua pada pukul 21.02 WIB.
Gempa tersebut memiliki magnitudo 3,0 dengan kedalaman 13 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 118 kilometer barat daya Jembrana, Bali.
BMKG menjelaskan bahwa informasi awal tersebut masih bersifat sementara. Lembaga itu masih terus memperbarui hasil analisis sesuai data yang masuk.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang setelah merasakan gempa.
Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi yang berasal dari BMKG atau instansi pemerintah terkait.
Selain itu, warga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Langkah tersebut penting untuk menghindari penyebaran kabar yang tidak benar dan dapat menimbulkan kepanikan.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat dua gempa tersebut.
Petugas terkait masih terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman.
BMKG juga akan memberikan pembaruan apabila terdapat perubahan data atau informasi terbaru mengenai aktivitas gempa tersebut.
Masyarakat yang berada di wilayah Bali, khususnya Jembrana dan sekitarnya, diharapkan tetap waspada. Namun, warga tidak perlu panik selama mengikuti arahan dari pihak berwenang dan mengandalkan informasi resmi dari BMKG.
“Baca Juga: Kista Ovarium: Jenis yang Aman dan Tanda Bahayanya“





