Greenhill Ciwidey – Iran menggelar prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei di Mashhad.
Kota tersebut merupakan tempat kelahiran Khamenei sekaligus lokasi pemakamannya.
Media pemerintah Iran melaporkan jutaan warga menghadiri prosesi tersebut.
Mereka memenuhi kawasan Makam Imam Reza sejak pagi hingga malam hari.
Salat jenazah berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.
Putra sulung Khamenei, Hojjatoleslam Seyyed Mostafa Hosseini Khamenei, memimpin salat tersebut.
Prosesi resmi berakhir sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
“Baca Juga: Pentagon Buka 40 Dokumen UAP, Ada Laporan Pilot Militer“
Pelayat Sampaikan Duka dan Seruan Politik
Selama prosesi berlangsung, para pelayat menyampaikan berbagai slogan.
Mereka meneriakkan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Sebagian pelayat juga mengibarkan bendera merah sebagai simbol tuntutan pembalasan.
Selain itu, mereka membawa bendera nasional Iran sepanjang iring-iringan jenazah.
Suasana duka bercampur dengan pesan politik yang kuat dari para peserta.
Khamenei Dimakamkan Bersama Anggota Keluarga
Khamenei dimakamkan bersama beberapa anggota keluarganya.
Media Iran menyebut serangan pada 28 Februari menewaskan sejumlah anggota keluarga tersebut.
Korban meliputi cucu, putri, menantu, dan istri Mojtaba Khamenei.
Laporan itu juga menyebut serangan tersebut menewaskan sejumlah petinggi militer dan warga sipil.
Upacara Berlangsung dengan Pengamanan Ketat
Pihak berwenang menerapkan pengamanan ketat selama prosesi berlangsung.
Helikopter membawa jenazah menuju kompleks pemakaman pada tahap akhir perjalanan.
Laporan media juga menyebut pesawat pengawal mengiringi penerbangan menuju Mashhad.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Mojtaba Khamenei Tidak Terlihat di Lokasi
Banyak pengamat memperhatikan kehadiran keluarga Khamenei selama upacara.
Mostafa Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi terlihat mengikuti prosesi.
Namun, Mojtaba Khamenei tidak terlihat menghadiri salat jenazah.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Mojtaba mengalami luka dalam serangan yang sama.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai ketidakhadirannya.
Pelayat Serukan Balasan atas Serangan
Sejumlah pelayat menyampaikan tuntutan agar Iran memberikan respons atas serangan tersebut.
Mereka membawa berbagai spanduk dan menyampaikan seruan di sepanjang prosesi.
Beberapa warga juga menyatakan penolakan terhadap kompromi dengan Amerika Serikat dan Israel.
Selain itu, mereka berharap pemerintah mengambil langkah yang dianggap sesuai dengan kepentingan Iran.
Prosesi pemakaman ini menjadi penutup rangkaian upacara penghormatan selama enam hari.
Sebelumnya, masyarakat juga memberikan penghormatan di Teheran, Qom, dan beberapa lokasi lainnya sebelum jenazah dimakamkan di Mashhad.
“Baca Juga: Hernia pada Anak Bisa Berbahaya, Kenali Gejalanya Sejak Dini“





