Greenhill Ciwidey – Putri Fahda bint Falah Al Hathleen memberikan penghargaan kepada para pemenang wanita Kompetisi Internasional Raja Abdulaziz ke-46.
Acara tersebut berlangsung di Makkah pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan menggelar upacara penutupan khusus tersebut.
Kompetisi itu menguji kemampuan peserta dalam menghafal, membaca, dan memahami Alquran. Tahun ini, penyelenggara menghadirkan peserta wanita dari berbagai negara.
“Baca Juga: Febrie Adriansyah Hormati Hukum dan Jalani Proses Praperadilan“
Kompetisi Alquran Catat Sejarah Baru
Kompetisi Raja Abdulaziz ke-46 menghadirkan perkembangan penting tahun ini. Untuk pertama kalinya, penyelenggara melibatkan peserta wanita secara internasional.
Selain itu, penyelenggara juga menggelar upacara penutupan khusus bagi peserta wanita. Langkah tersebut menambah warna baru dalam penyelenggaraan kompetisi Alquran tersebut.
Upacara penutupan berlangsung dalam suasana khidmat. Acara dimulai dengan pembacaan sejumlah ayat suci Alquran.
Setelah itu, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Syekh Dr. Abdullatif Al Alsheikh menyampaikan pidato melalui rekaman.
Menteri Apresiasi Partisipasi Peserta Wanita
Dalam pidatonya, Al Alsheikh menyebut edisi ke-46 sebagai babak baru kompetisi tersebut. Ia menyoroti partisipasi wanita internasional sebagai salah satu pencapaian utama.
Menurutnya, dukungan kepemimpinan Arab Saudi turut memperkuat pelaksanaan kompetisi tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian perlombaan.
Al Alsheikh kemudian mengucapkan selamat kepada para peserta atas usaha mereka. Ia menilai kemampuan menghafal Alquran tidak hanya bergantung pada hafalan ayat.
Menurutnya, peserta juga perlu menerapkan nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, penghafal Alquran perlu menunjukkan pengetahuan, akhlak, dan perilaku yang baik.
Penghafal Alquran Diharapkan Jadi Teladan
Al Alsheikh menekankan pentingnya mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan. Ia menilai kemampuan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap kitab suci.
Karena itu, ia berharap para peserta dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Mereka juga dapat membawa nilai-nilai kebaikan ke negara masing-masing.
Menurutnya, peserta tidak hanya membawa prestasi dari kompetisi. Mereka juga membawa tanggung jawab untuk menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai Alquran.
Penghargaan Jadi Penutup Kompetisi
Putri Fahda kemudian memberikan penghargaan kepada para pemenang wanita. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam upacara penutupan.
Kehadiran peserta wanita dari berbagai negara menunjukkan semakin luasnya jangkauan kompetisi. Selain itu, upacara khusus tersebut memberikan ruang penghargaan bagi para peserta wanita.
Dengan demikian, Kompetisi Internasional Raja Abdulaziz ke-46 mencatat tonggak baru. Partisipasi wanita secara internasional menjadi salah satu perkembangan penting dalam sejarah kompetisi tersebut.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut terus mendorong generasi muda mempelajari Alquran. Selain itu, mereka berharap peserta menerapkan nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
“Baca Juga: Seksomnia: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya“






