Greenhill Ciwidey – Trump Desak Ukraina-Rusia: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Ukraina harus segera membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Ia menyampaikan hal ini pada Sabtu (15/8/2025), setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump mengatakan bahwa Rusia merupakan kekuatan besar. Ia juga menilai Ukraina tidak bisa terus melawan tanpa batas. Oleh karena itu, menurutnya, perjanjian damai menjadi jalan terbaik untuk menghentikan konflik berkepanjangan.
“Baca Juga: Pesawat F-16 dan Jupiter Aerobatic Meriahkan HUT RI ke-80“
Tuntutan Putin dalam Pertemuan di Alaska
Pertemuan puncak antara Trump dan Putin berlangsung di Alaska pada Jumat. Setelah pertemuan itu, Trump menyampaikan pesan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Trump mengatakan Putin menawarkan kesepakatan untuk membekukan sebagian besar garis depan. Namun, syaratnya, Ukraina harus menyerahkan wilayah Donetsk sepenuhnya. Donetsk sendiri merupakan kawasan industri penting dan menjadi target utama Rusia.
Sumber yang mengetahui jalannya pertemuan menyebutkan bahwa Zelenskyy menolak syarat tersebut. Saat ini, Rusia telah menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina. Termasuk di dalamnya tiga perempat provinsi Donetsk yang pertama kali mereka masuki sejak 2014.
Sikap Trump Berubah Setelah KTT
Trump menambahkan bahwa ia setuju dengan Putin soal pentingnya kesepakatan damai tanpa syarat gencatan senjata terlebih dahulu. Pandangan ini berbeda dari pernyataannya sebelum KTT, ketika ia menekankan pentingnya gencatan senjata.
“Semua pihak sepakat, cara terbaik mengakhiri perang mengerikan antara Rusia dan Ukraina adalah dengan Perjanjian Damai, bukan sekadar Perjanjian Gencatan Senjata,” tulis Trump di akun Truth Social.
Sementara itu, Zelenskyy menilai Rusia harus terlebih dahulu menghentikan pertempuran. Ia menyebut penghentian pembunuhan sebagai kunci untuk mencapai perdamaian sejati. “Menghentikan pembunuhan adalah elemen kunci untuk menghentikan perang,” tulis Zelenskyy di akun X.
Zelenskyy Akan Bertemu Trump di Washington
Meskipun menolak syarat Rusia, Zelenskyy memastikan akan bertemu Trump di Washington pada Senin mendatang. Pertemuan ini mengingatkan publik pada pertemuan Februari lalu di Ruang Oval Gedung Putih. Saat itu, Trump dan Wakil Presiden JD Vance memberikan teguran keras kepada Zelenskyy.
Trump juga membuka kemungkinan pertemuan tiga pihak. Menurutnya, pertemuan bersama Putin dan Zelenskyy dapat berlangsung setelah pertemuan di Washington. Ia berharap langkah itu bisa mempercepat upaya perdamaian.
Sikap Eropa terhadap Upaya Trump
Sekutu Ukraina di Eropa menyambut baik langkah Trump mendorong perdamaian. Namun, mereka menegaskan tetap mendukung Ukraina sepenuhnya. Selain itu, mereka juga berkomitmen memperketat sanksi terhadap Rusia.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan para pemimpin Eropa mungkin ikut serta dalam pertemuan di Washington. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat posisi diplomasi Ukraina sekaligus menjaga keseimbangan politik internasional.
Perang Terpanjang dan Paling Mematikan di Eropa
Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina sejak Februari 2022. Sejak itu, pertempuran berlangsung sengit dan memakan waktu bertahun-tahun. Perang ini disebut sebagai yang paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir.
Menurut para analis, lebih dari satu juta orang menjadi korban tewas atau terluka dari kedua pihak. Ribuan korban berasal dari warga sipil Ukraina yang tinggal di wilayah garis depan. Kondisi tersebut membuat upaya diplomasi semakin mendesak.
Trump Desak Ukraina-Rusia: Jalan Damai Masih Terjal
Usaha Trump mendorong kesepakatan damai menandai babak baru diplomasi internasional. Namun, perbedaan sikap antara Ukraina dan Rusia membuat jalan menuju perdamaian masih panjang.
Seluruh pihak kini menunggu hasil pertemuan di Washington. Dunia berharap pertemuan ini menjadi awal dari solusi nyata untuk menghentikan perang yang telah menelan banyak korban.
“Baca Juga: Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka“






