Greenhill Ciwidey – Warga tetap memadati kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Mereka beraktivitas pada Minggu pagi, 6 September 2026.
BMKG sebelumnya mendeteksi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebaran abu tersebut mencapai sebagian wilayah Jakarta dan daerah sekitarnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme warga mengikuti kegiatan CFD.
Sejumlah warga tetap berolahraga dan berjalan santai di kawasan tersebut.
“Baca Juga: Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 1.301 Orang, Ribuan Hilang“
Aktivitas Warga Tetap Berjalan di CFD Rasuna Said
Pantauan di lokasi menunjukkan warga tetap melakukan berbagai aktivitas olahraga.
Sebagian warga memilih berjalan kaki dan menikmati suasana pagi.
Selain itu, sejumlah kegiatan juga berlangsung di kawasan CFD Rasuna Said.
Beberapa acara tersebut mencakup kegiatan lari dan kampanye antikorupsi.
Jarak pandang di kawasan tersebut juga masih terlihat normal.
Warga tetap dapat menjalankan aktivitas tanpa gangguan jarak pandang.
Namun, mayoritas warga yang beraktivitas tidak menggunakan masker.
Kondisi tersebut terjadi ketika BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik menuju Jakarta.
Warga Mengaku Baru Mengetahui Informasi Abu Vulkanik
Alif, warga Kota Semarang, mengaku baru mengetahui informasi abu vulkanik tersebut.
Ia mendapatkan informasi tersebut melalui media sosial X.
Alif mengatakan informasi mengenai abu vulkanik Anak Krakatau sudah mencapai Jakarta.
Karena itu, ia berharap pemerintah memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.
Menurut Alif, pemerintah perlu memberikan informasi secara lebih cepat dan jelas.
Masyarakat juga membutuhkan edukasi mengenai kondisi udara setelah erupsi.
Ia tetap mengikuti CFD karena ingin berolahraga pada Minggu pagi.
Namun, ia berharap masyarakat mendapat informasi yang lebih lengkap sebelum beraktivitas.
BMKG Deteksi Dua Sebaran Abu Vulkanik
Dan BMKG mendeteksi dua pola sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
BMKG menggunakan informasi PVMBG, VAAC Darwin, dan citra Himawari-9.
BMKG melakukan analisis tersebut pada Minggu, 6 September 2026, pukul 04.00 WIB.
Hasil analisis menunjukkan sebaran abu pada dua rentang ketinggian.
Sebaran pertama mencapai ketinggian hingga 20.000 kaki.
Abu bergerak menuju arah timur laut hingga selatan.
Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Abu juga menjangkau sejumlah wilayah perairan di sekitar daerah tersebut.
Sebaran Abu Juga Mengarah ke Wilayah Lain
BMKG juga mendeteksi sebaran abu hingga ketinggian 50.000 kaki.
Sebaran tersebut bergerak menuju arah barat daya hingga barat laut.
Wilayah terdampak mencakup sebagian Banten dan Lampung.
Sebaran abu juga mencapai Bengkulu dan bagian selatan Selat Sunda.
Selain itu, abu bergerak menuju Samudra Hindia di sebelah barat beberapa wilayah.
Wilayah tersebut meliputi Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Pemerintah Perlu Perkuat Informasi kepada Masyarakat
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya informasi cepat mengenai sebaran abu vulkanik.
Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.
Karena itu, pemerintah perlu memperkuat penyampaian informasi kepada warga.
Edukasi juga dapat membantu masyarakat memahami kondisi setelah erupsi.
Sementara itu, warga tetap menjalankan aktivitas di CFD Rasuna Said.
Mereka tetap berolahraga meski BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik di sekitar Jakarta.
“Baca Juga: Susu Pertumbuhan Berbasis Susu Segar untuk Nutrisi Anak“






