Greenhill Ciwidey – Banjir bandang yang melanda Nepal dan Tibet menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Hingga Jumat, 4 September 2026, tercatat 1.301 orang meninggal akibat bencana tersebut.
Selain itu, sebanyak 5.339 orang masih belum ditemukan di kedua wilayah tersebut.
Data terbaru menunjukkan Nepal mencatat jumlah korban paling besar. Kepolisian Nepal mencatat 1.280 orang meninggal dan 4.798 orang masih hilang.
Sementara itu, pejabat Tibet mencatat 21 orang meninggal. Mereka juga masih mencari 541 orang yang belum ditemukan.
“Baca Juga: Kejagung Sita Aset Mewah Dadan Terkait Kasus MBG“
Nepal Catat Ribuan Korban Hilang
Pihak kepolisian Nepal terus memperbarui data korban setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah.
Bencana tersebut menyebabkan banyak warga kehilangan kontak dengan keluarga mereka. Tim penyelamat juga terus mencari korban yang belum ditemukan.
Jumlah korban hilang di Nepal mencapai 4.798 orang. Angka tersebut membuat proses pencarian menghadapi tantangan besar.
Selain warga lokal, ratusan warga asing juga masuk dalam daftar orang hilang. Mereka berasal dari sedikitnya 34 negara.
Karena itu, pemerintah Nepal menghadapi tekanan besar untuk mempercepat pencarian korban.
Tibet Catat Puluhan Korban Tewas
Sementara itu, pihak berwenang Tibet melaporkan perkembangan terbaru dalam konferensi pers.
Pejabat setempat mencatat 21 orang meninggal akibat bencana tersebut. Selain itu, 541 orang masih belum ditemukan.
Tim penyelamat terus melakukan pencarian di wilayah terdampak. Mereka juga berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Kondisi medan dan dampak banjir dapat menyulitkan proses pencarian. Namun, petugas tetap melanjutkan operasi untuk menemukan korban.
Pemerintah Nepal Harapkan Operasi Penyelamatan Berlanjut
Menteri Komunikasi Nepal, Bikram Timilsina, menyampaikan harapan terkait operasi penyelamatan.
Melalui unggahan di Facebook, Timilsina mengatakan pemerintah berharap tim penyelamat menemukan lebih banyak korban.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang bekerja sepanjang siang dan malam.
Menurut Timilsina, tim penyelamat berhasil menemukan dua orang dalam kondisi hidup. Keberhasilan tersebut memberikan harapan bagi operasi pencarian berikutnya.
Pemerintah Nepal juga terus mendorong berbagai pihak untuk membantu proses penyelamatan.
Selain itu, masyarakat terus memberikan dukungan melalui doa bagi para korban dan keluarga mereka.
Tim Penyelamat Terus Mencari Korban
Operasi pencarian kini menjadi prioritas utama pemerintah Nepal dan Tibet. Tim penyelamat terus menyisir wilayah yang terdampak banjir.
Jumlah korban hilang yang tinggi membuat pencarian membutuhkan waktu dan sumber daya besar.
Selain mencari korban, petugas juga harus membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Dengan demikian, pemerintah perlu menjaga koordinasi antara petugas, relawan, dan berbagai lembaga terkait.
Upaya tersebut menjadi penting untuk mempercepat pencarian korban. Selain itu, koordinasi dapat membantu pemerintah memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Hingga kini, keluarga korban masih menunggu kabar dari orang-orang yang belum ditemukan.
Karena itu, operasi penyelamatan tetap berlanjut dengan harapan dapat menemukan lebih banyak korban dalam kondisi selamat.
“Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Paru dan Picu Risiko Pneumonia“






