Greenhill Ciwidey – Seorang pria berusia 59 tahun menyerang sejumlah orang menggunakan pisau di sebuah supermarket di Incheon, Korea Selatan. Insiden pada Selasa (13/10/2026) sore itu menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka.
Menurut Kantor Polisi Incheon Namdong, serangan terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat. Tersangka melakukan aksinya di area eskalator supermarket Homeplus.
Peristiwa tersebut mengejutkan pengunjung dan warga sekitar. Pasalnya, Korea Selatan selama ini dikenal memiliki tingkat kejahatan kekerasan yang relatif rendah.
Polisi kini menyelidiki motif tersangka untuk mengungkap alasan di balik serangan tersebut. Sementara itu, petugas medis menangani para korban di rumah sakit.
“Baca Juga: Survei Kinerja Menteri: Abdul Mu’ti Raih Skor Tertinggi“
1. Warga Melumpuhkan Tersangka Sebelum Polisi Tiba
Menurut keterangan pihak berwenang, tersangka menggunakan pisau yang terikat pada kedua tangannya ketika menyerang para korban. Situasi tersebut memicu kepanikan di dalam supermarket.
Namun, sejumlah warga di sekitar lokasi segera berusaha menghentikan aksinya. Mereka menggunakan kursi untuk menghalangi pergerakan tersangka hingga berhasil melumpuhkannya.
Setelah warga menghentikan serangan, petugas kepolisian mengamankan pria tersebut. Polisi kemudian memulai penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian dan motif pelaku.
Petugas juga memeriksa lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti. Pemeriksaan tersebut diharapkan membantu penyidik memahami bagaimana serangan berlangsung.
2. Delapan Korban Mengalami Luka, Satu Dilaporkan Henti Jantung
Laporan BBC menyebut serangan tersebut melukai delapan orang. Para korban terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki.
Petugas medis membawa seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Salah satu korban dilaporkan mengalami henti jantung.
Sementara itu, korban lainnya mengalami luka pada bagian punggung dan bahu. Kondisi tersebut membuat petugas medis segera memberikan pertolongan kepada para korban.
Pihak berwenang juga mendirikan pos layanan medis darurat di lantai satu gedung supermarket. Langkah tersebut membantu petugas mengoordinasikan penanganan korban setelah serangan.
Hingga kini, pihak berwenang masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi terkini seluruh korban. Penyelidikan juga berlanjut untuk memastikan detail kejadian.
3. Polisi Menemukan Sepuluh Pisau dalam Tas Tersangka
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan sepuluh bilah pisau di dalam tas punggung tersangka. Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan.
Selain itu, petugas mendapati tersangka mengenakan gelang pemantau elektronik pada pergelangan kakinya. Polisi belum menjelaskan secara terperinci alasan tersangka menggunakan perangkat tersebut.
Catatan kriminal tersangka juga menjadi perhatian penyidik. Pria itu pernah menjalani hukuman penjara selama empat tahun dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap mantan istrinya.
Bulan sebelumnya, polisi juga sempat mengamankan pria tersebut karena dugaan membawa pisau. Saat itu, ia melakukan aksi protes seorang diri di depan sebuah rumah sakit di Incheon.
Menurut laporan setempat, protes tersebut berkaitan dengan pelayanan medis yang pernah diterimanya. Namun, polisi masih perlu menyelidiki apakah kejadian sebelumnya memiliki hubungan dengan serangan terbaru.
4. Serangan Memicu Kekhawatiran di Korea Selatan
Insiden ini kembali menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap aksi kekerasan acak. Korea Selatan selama ini mencatat tingkat pembunuhan yang relatif rendah dibandingkan banyak negara lain.
Data Statistics Korea menunjukkan angka pembunuhan sekitar 0,5 kasus per 100.000 penduduk pada 2024. Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata global.
Meski demikian, sejumlah serangan terhadap orang asing sejak pertengahan 2023 telah meningkatkan kecemasan publik. Masyarakat setempat mengenal fenomena kekerasan tanpa sasaran pribadi yang jelas sebagai kejahatan Mudjima.
Istilah tersebut secara harfiah berkaitan dengan ungkapan “jangan tanya mengapa”. Masyarakat menggunakannya untuk menggambarkan serangan terhadap orang yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan pelaku.
Namun, penyidik tetap perlu memastikan motif setiap kasus melalui bukti dan pemeriksaan. Polisi juga harus membedakan fakta yang sudah terkonfirmasi dari dugaan yang masih mereka selidiki.
5. Polisi Melanjutkan Penyelidikan Motif Serangan
Serangan di supermarket Homeplus menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan pengunjung di ruang publik. Selain menangani korban, polisi kini berfokus mengungkap latar belakang tindakan tersangka.
Penyidik dapat menelusuri riwayat tersangka, memeriksa bukti di lokasi, dan meminta keterangan saksi. Langkah tersebut penting untuk menyusun kronologi kejadian secara menyeluruh.
Sementara itu, masyarakat menantikan informasi resmi mengenai motif dan kondisi para korban. Pihak berwenang diharapkan menyampaikan perkembangan penyelidikan berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah mereka verifikasi.
“Baca Juga: Kanker Langka: Fakta, Risiko, dan Tantangan Diagnosis“





