Greenhill Ciwidey – Lembaga survei Arawicaksa Institute mengukur penilaian publik terhadap kinerja menteri menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei menempatkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di posisi teratas dengan skor 8,1 dari skala 10.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyusul di posisi kedua dengan skor 8,0. Peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, menyampaikan hasil tersebut melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Rudi, masyarakat memberikan apresiasi kepada sejumlah menteri yang menghadirkan terobosan. Langkah tersebut turut membantu menjaga citra pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Baca Juga: Kapal Migran Karam di Djibouti, 139 Orang Tewas“
Abdul Mu’ti Unggul Berkat Program Revitalisasi Sekolah
Rudi menjelaskan bahwa Abdul Mu’ti memperoleh penilaian tinggi karena menjalankan fokus pemerintah pada peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu program yang menonjol ialah revitalisasi sekolah dalam dua tahun terakhir.
Program tersebut mendorong perbaikan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah. Meski demikian, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.
Sementara itu, Amran Sulaiman mendapat apresiasi karena mendorong pencapaian swasembada beras dalam waktu relatif singkat. Namun, sektor pangan tetap menghadapi risiko akibat musim kemarau panjang dan ancaman El Niño.
Selain itu, bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional.
Ini Daftar Menteri dengan Penilaian Tinggi
Survei Arawicaksa Institute juga mencatat sejumlah menteri lain dengan skor relatif tinggi. Berikut hasil penilaian yang tercantum dalam laporan tersebut:
- Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: 8,1
- Amran Sulaiman, Menteri Pertanian: 8,0
- Nasaruddin Umar, Menteri Agama: 7,8
- Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara: 7,5
- Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: 7,4
- Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet: 7,1
- Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan: 6,8
- Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian: 6,7
- Armanatha Nasir, Menteri Luar Negeri: 6,5
- Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan: 6,4
Rudi menilai Prasetyo Hadi mampu menjelaskan sikap dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Selain itu, Prasetyo juga menegur sejumlah menteri yang memicu kontroversi publik.
Teddy Indra Wijaya turut mengambil peran aktif dalam menjelaskan berbagai persoalan pemerintah. Menurut Rudi, Teddy tampil ketika sejumlah menteri memilih bersikap lebih hati-hati.
Sejumlah Menteri Mendapat Skor Rendah
Di sisi lain, survei tersebut mencatat beberapa menteri dengan skor rendah. Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, memperoleh skor 1,2, sedangkan Yandri Susanto, Menteri Desa, meraih 1,3.
Berikut beberapa nama lain yang memperoleh penilaian rendah:
- Natalius Pigai, Menteri HAM: 1,5
- Maruarar Sirait, Menteri Perumahan: 1,6
- Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang: 1,8
- Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata: 2,0
- Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan: 2,1
- Rini Widyantini, Menteri PANRB: 2,2
- Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan: 2,2
- Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum: 2,3
Rudi mengaitkan rendahnya penilaian terhadap Bahlil dengan persoalan harga bahan bakar. Pemerintah memang mempertahankan harga BBM bersubsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik Timur Tengah.
Namun, kenaikan harga Pertamax mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite. Peralihan tersebut memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum.
Sementara itu, Rudi mengaitkan penilaian terhadap Nusron Wahid dengan dugaan skandal suap yang menyeret sejumlah pihak. Meski demikian, penilaian survei tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan seseorang dalam pelanggaran hukum.
Metode Survei Arawicaksa Institute
Arawicaksa Institute melaksanakan survei pada 3–8 Oktober 2026. Lembaga tersebut melibatkan 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Tim survei mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka. Mereka memilih responden menggunakan metode multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertahap.
Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Rudi berharap pemerintah mengevaluasi kinerja para menteri secara objektif. Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dukungan politik agar pemerintah dapat menjalankan program berikutnya secara efektif.
“Baca Juga: Sering Sendawa? Kenali Penyebab dan Tanda Bahayanya“






