Greenhill Ciwidey – Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Donald Trump. Ia menyoroti kebijakan luar negeri Trump, termasuk keterlibatan Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.
Obama menyampaikan kritik tersebut saat menghadiri rapat umum Partai Demokrat di Ohio pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam acara itu, ia mendukung sejumlah kandidat Demokrat menjelang pemilihan sela Amerika Serikat.
Menurut Obama, pemerintahan Trump mengambil sejumlah keputusan buruk selama masa jabatan keduanya. Ia juga menilai pemerintahannya menimbulkan kekacauan, korupsi, dan ketidakmampuan dalam menjalankan negara.
“Baca Juga: BNPB Catat 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam“
1. Obama Kritik Keterlibatan AS dalam Perang Iran
Dalam pidatonya, Obama menentang keputusan Trump untuk melibatkan Amerika Serikat dalam perang melawan Iran bersama Israel. Ia menilai konflik tersebut tidak perlu dan tidak mendapat permintaan dari pihak mana pun.
“Yang terpenting, dia memutuskan untuk memulai perang yang tidak perlu dan tidak diminta siapa pun,” ujar Obama, seperti dikutip Al Jazeera pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Selain itu, Obama mengajak warga Ohio menggunakan hak pilih untuk menentang kebijakan pemerintahan Partai Republik. Ia menilai pemilihan sela menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan ketidakpuasan mereka.
Obama juga menggambarkan dua tahun terakhir pemerintahan Trump sebagai periode yang penuh kekacauan dan kontroversi. Karena itu, ia meminta para pendukung Demokrat memanfaatkan pemilu untuk mendorong perubahan politik.
2. Obama Kecam Iklan Serangan terhadap Amy Acton
Selain mengkritik Trump, Obama menyoroti persaingan pemilihan gubernur Ohio. Ia mengecam iklan kampanye kandidat Republik, Vivek Ramaswamy, yang menyerang kandidat Demokrat, Amy Acton.
Iklan tersebut menampilkan Donna Arthur, ibu Acton, yang membantah cerita putrinya tentang pengalaman masa kecil. Acton sebelumnya mengungkapkan pengalaman tunawisma dan pelecehan seksual oleh ayah tirinya.
Arthur juga mengajak warga Ohio menolak pencalonan putrinya. Obama menilai iklan tersebut menunjukkan bahwa Ramaswamy bersedia menggunakan cara yang tidak pantas demi kepentingan politik.
Obama mempertanyakan rendahnya standar etika dalam persaingan tersebut. Ia juga mengkritik keputusan tim kampanye yang menayangkan iklan itu.
3. Acton Mendapat Dukungan dari Obama dan Keluarga
Acton mengatakan dirinya tidak pernah bertemu dengan ibunya sejak 1978. Sementara itu, saudara laki-lakinya mendukung pengakuan Acton mengenai pelecehan seksual yang dialaminya saat kecil.
Ayah tiri Acton meninggal pada 2004. Sebelumnya, pria tersebut pernah menghadapi dakwaan pemerkosaan.
Obama secara terbuka mendukung Acton. Ia menyinggung pengalaman masa kecil kandidat Demokrat itu, termasuk pelecehan, pengabaian, dan tunawisma.
Dukungan Obama menjadi bagian penting dari upaya Demokrat memperkuat posisi Acton menjelang pemilihan gubernur Ohio.
4. Demokrat Hadapi Persaingan Ketat di Ohio
Dalam rapat umum tersebut, Obama tampil bersama Amy Acton dan mantan Senator Demokrat Sherrod Brown. Brown berupaya kembali ke Senat AS dengan menantang Senator Republik petahana, Jon Husted.
Pemilihan gubernur dan kursi Senat Ohio menjadi bagian dari persaingan politik penting menjelang pemilihan sela. Sejumlah jajak pendapat yang disebut dalam laporan menunjukkan Demokrat unggul tipis dalam kedua kontestasi tersebut.
Meski demikian, persaingan masih berlangsung ketat. Hasil akhirnya bergantung pada pilihan pemilih saat pemungutan suara.
Kehadiran Obama memperlihatkan upaya Demokrat menggalang dukungan sekaligus mengkritik kebijakan Trump. Selain itu, ia menyoroti strategi kampanye Partai Republik yang memicu kontroversi di Ohio.
“Baca Juga: Bahaya Berdiri Terlalu Lama bagi Kesehatan Tubuh“





