Greenhill Ciwidey – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan ledakan nuklir di atas Tel Aviv. Ia membagikan gambar tersebut melalui media sosial pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Unggahan itu muncul menjelang pemilihan parlemen Israel pada 27 Oktober. Netanyahu juga menyampaikan peringatan mengenai ambisi Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.
Selain itu, Netanyahu menyerukan kelanjutan tekanan terhadap Teheran selama sisa masa jabatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, unggahan tersebut langsung memicu kritik dari sejumlah pemimpin oposisi Israel.
Mereka menilai Netanyahu menggunakan gambaran ekstrem untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Kritik tersebut juga menambah perdebatan mengenai strategi kampanye pemerintah menjelang pemungutan suara.
“Baca Juga: Bareskrim Tahan WNA Taiwan Kasus 1,16 Ton Ketamin“
Gadi Eisenkot Tuduh Netanyahu Menyebarkan Ketakutan
Gadi Eisenkot, mantan kepala militer Israel sekaligus pemimpin partai Yashar, mengecam langkah Netanyahu. Ia menilai perdana menteri menggunakan pola kampanye yang mengandalkan klaim menyesatkan dan penyebaran ketakutan.
Melalui platform X, Eisenkot menuduh Netanyahu mengancam warga Israel dengan gambaran kehancuran total. Ia juga mempertanyakan hasil operasi militer Israel terhadap Iran.
Menurut Eisenkot, Netanyahu sebelumnya menjanjikan kemenangan mutlak dalam menghadapi ancaman Iran. Namun, ia menilai Netanyahu kini lebih sering menggunakan slogan yang menekankan sikap pantang menyerah.
Eisenkot menganggap perubahan pesan tersebut menunjukkan kelemahan klaim pemerintah. Meski demikian, pernyataannya mencerminkan pandangan politik oposisi terhadap strategi keamanan Netanyahu.
Yair Golan Minta Netanyahu Berhenti Menyebarkan Kepanikan
Pemimpin Partai Demokrat Israel, Yair Golan, turut mengkritik unggahan tersebut. Ia menyoroti gambar yang memperlihatkan ledakan bom atom di atas Tel Aviv.
Golan bahkan menyerukan pembatasan penggunaan media sosial oleh Netanyahu. Ia juga menilai perdana menteri dan para pendukungnya telah kehilangan pertimbangan rasional di tengah tekanan politik.
Selain itu, Golan mengajak pemilih mengganti pemerintahan dalam pemilihan mendatang. Ia berjanji memperjuangkan keamanan dan pendekatan yang lebih rasional jika oposisi meraih kemenangan.
Kritik Eisenkot dan Golan memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai cara pemerintah membahas ancaman Iran. Sementara Netanyahu menekankan keamanan nasional, oposisi mempertanyakan penggunaan ancaman tersebut dalam kampanye.
Program Nuklir Iran Jadi Isu Utama Kampanye
Perselisihan mengenai unggahan AI itu muncul setelah Eisenkot mengkritik klaim Netanyahu tentang program nuklir Iran. Pada 22 Oktober 2026, Eisenkot menyebut pernyataan Netanyahu mengenai keberhasilan menghancurkan bom nuklir Iran sebagai kebohongan.
Dalam wawancara dengan penyiar publik Israel KAN, Eisenkot menyatakan bahwa Iran belum memiliki bom nuklir. Ia juga mempertanyakan keberadaan ancaman langsung yang cukup mendesak untuk membenarkan serangan militer.
Sebaliknya, Netanyahu terus menempatkan ancaman Iran sebagai bagian penting strategi pertahanannya. Ia berpendapat bahwa tekanan berkelanjutan terhadap Teheran diperlukan untuk menjaga keamanan Israel.
Perbedaan pandangan tersebut menjadikan program nuklir Iran sebagai salah satu isu utama menjelang pemilihan. Kedua kubu juga berdebat mengenai hasil operasi militer dan cara pemerintah menyampaikan risiko keamanan kepada masyarakat.
Pemilihan Israel Memperbesar Tekanan Politik terhadap Netanyahu
Kontroversi ini muncul menjelang pemilihan parlemen Israel pada 27 Oktober 2026. Netanyahu telah memimpin pemerintahan sayap kanan sejak akhir 2022.
Sementara itu, partai-partai oposisi berusaha mengakhiri kekuasaannya melalui pemungutan suara. Mereka menjadikan kebijakan keamanan, pertanggungjawaban pemerintah, dan strategi kampanye sebagai bahan kritik.
Karena itu, unggahan gambar ledakan nuklir berpotensi memperkuat perdebatan politik menjelang pemilihan. Namun, dampaknya terhadap pilihan pemilih masih memerlukan bukti lebih lanjut.
Pada akhirnya, kontroversi tersebut memperlihatkan bagaimana isu keamanan nasional mendominasi persaingan politik Israel. Perdebatan mengenai Iran juga menyoroti batas antara peringatan keamanan dan penggunaan ketakutan untuk meraih dukungan politik.
“Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Kekurangan Air yang Perlu Diwaspadai“





