Beranda / Berita / Bareskrim Tahan WNA Taiwan Kasus 1,16 Ton Ketamin

Bareskrim Tahan WNA Taiwan Kasus 1,16 Ton Ketamin

Bareskrim Tahan WNA Taiwan Kasus 1,16 Ton Ketamin

Greenhill Ciwidey – Bareskrim Polri menahan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY (43) terkait dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin. Penyidik membawa tersangka ke Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Senin (26/10/2026) malam.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Cahyo Utomo, mengonfirmasi kedatangan tersangka. YCY tiba sekitar pukul 18.58 WIB dengan mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan tangan terborgol.

“Baca Juga: Obama Kritik Trump soal Perang Iran dan Kebijakan AS“

Penyidik Menetapkan Satu Tersangka

Cahyo menjelaskan bahwa penyidik membawa YCY ke Bareskrim untuk menjalani penahanan dan pemeriksaan lanjutan. Setelah memeriksa sejumlah orang, penyidik menetapkan YCY sebagai satu-satunya tersangka dalam perkara tersebut.

Sementara itu, polisi tidak menetapkan tujuh orang lainnya yang sempat diamankan sebagai tersangka. Penyidik menyimpulkan keputusan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

Penetapan tersangka ini menjadi bagian dari penyidikan kasus dugaan penyelundupan ketamin melalui kapal tanker MT Global 168.

Polisi Menyergap Kapal Tanker di Perairan Belawan

Sebelumnya, jajaran Polri menyergap kapal tanker MT Global 168 di perairan Belawan, Sumatra Utara, pada 21 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan ketamin dengan berat total sekitar 1,16 ton.

Menurut informasi dalam perkara ini, kapal tersebut menggunakan bendera Mongolia dan berangkat dari Malaysia. Polisi kemudian membawa kasus tersebut ke tahap penyidikan untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak terkait.

Jumlah ketamin yang ditemukan diperkirakan memiliki nilai ekonomi mencapai Rp3,48 triliun. Nilai tersebut menunjukkan besarnya skala dugaan penyelundupan dalam perkara ini.

YCY Menghadapi Ancaman Penjara hingga 12 Tahun

Penyidik menjerat YCY dengan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, juncto Lampiran I Nomor 181 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Ketentuan tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. Selain itu, tersangka menghadapi ancaman denda paling banyak kategori VI, yaitu Rp2 miliar.

Penyidik masih perlu melanjutkan pemeriksaan untuk mendalami peran tersangka dan mengungkap fakta lain dalam perkara tersebut. Proses hukum selanjutnya akan menentukan pertanggungjawaban tersangka berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.

“Baca Juga: Karhutla Picu Kenaikan Pasien ISPA, Ini Imbauan Dokter“

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan