Greenhill Ciwidey – Ribuan warga di India selatan dan timur meninggalkan rumah mereka saat Siklon Arnab mendekati wilayah pesisir pada 27 Oktober 2026. Badai tersebut membawa hujan lebat dan angin kencang yang mengancam keselamatan masyarakat.
Otoritas di Negara Bagian Andhra Pradesh dan Odisha mengevakuasi warga menuju lokasi yang lebih aman. Selain itu, pemerintah setempat menutup sekolah dan menghentikan aktivitas penangkapan ikan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Otoritas Manajemen Bencana Andhra Pradesh melaporkan bahwa proses pendaratan siklon sempat terhenti selama dua jam. Meski demikian, angin kencang dan hujan masih melanda sejumlah kawasan pesisir.
“Baca Juga: Fosil Nanotyrannus Jodi Dilelang Rp108 Miliar“
1. Andhra Pradesh Evakuasi Lebih dari 84 Ribu Warga
Pemerintah Andhra Pradesh telah memindahkan 84.396 warga ke 290 tempat penampungan. Menurut All India Radio, pemerintah menyiapkan total 2.199 tempat penampungan di seluruh negara bagian.
Otoritas setempat terus memantau pergerakan Siklon Arnab. Mereka juga meminta masyarakat tetap waspada karena cuaca buruk masih mengancam kawasan pesisir.
Melalui platform X, Otoritas Manajemen Bencana Andhra Pradesh memperingatkan warga mengenai kemungkinan siklon melintasi garis pantai pada sore hari. Mereka juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama kondisi darurat.
2. Odisha Evakuasi 48 Ribu Warga
Di negara bagian tetangga, Odisha, pihak berwenang memindahkan sekitar 48.000 warga ke lokasi yang lebih aman. Dengan demikian, jumlah warga yang dievakuasi di Andhra Pradesh dan Odisha mencapai lebih dari 132 ribu orang.
Siklon Arnab juga menimbulkan gangguan di sejumlah wilayah. Angin kencang menumbangkan pepohonan dan merusak infrastruktur lokal, menurut laporan All India Radio.
Untuk mengurangi risiko, pemerintah Andhra Pradesh dan Odisha memerintahkan sekolah-sekolah tutup sementara. Pihak berwenang juga menghentikan kegiatan penangkapan ikan selama badai mengancam perairan setempat.
Selain itu, tim penyelamat bersiaga untuk menangani keadaan darurat. Langkah tersebut bertujuan mempercepat respons apabila badai menyebabkan kerusakan atau membahayakan warga.
3. Kepulauan Andaman dan Nikobar Tutup Sekolah
Dampak peringatan cuaca juga menjangkau Kepulauan Andaman dan Nikobar. Pemerintah wilayah tersebut memerintahkan sekolah tetap tutup selama dua hari mulai 26 Oktober 2026.
Kebijakan itu menjadi langkah pencegahan untuk melindungi siswa dan tenaga pengajar dari kemungkinan cuaca buruk. Namun, laporan yang tersedia belum menjelaskan tingkat dampak siklon di setiap pulau.
4. Siklon Arnab Menguat di Teluk Benggala
Departemen Meteorologi India menjelaskan bahwa Siklon Arnab berasal dari sistem tekanan udara rendah di bagian tengah-timur dan tenggara Teluk Benggala. Sistem cuaca tersebut bergerak ke arah barat sebelum menguat menjadi siklon.
Pergerakan badai mendorong otoritas setempat meningkatkan kesiapsiagaan di kawasan pesisir. Hujan lebat dan angin kencang menjadi ancaman utama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.
Karena itu, pemerintah mengimbau warga mengikuti informasi resmi dan mematuhi instruksi evakuasi. Masyarakat juga perlu menjauhi pantai serta lokasi rawan banjir selama kondisi cuaca belum membaik.
Hingga laporan ini disusun, otoritas setempat masih memantau perkembangan Siklon Arnab. Perubahan arah dan kekuatan badai akan menentukan langkah penanganan berikutnya di wilayah terdampak.
“Baca Juga: Bau Vagina Menyengat? Kenali Penyebab dan Gejalanya“





