Greenhill Ciwidey – Gelombang panas ekstrem terus melanda Eropa dan menyebabkan korban jiwa terus bertambah. Suhu tinggi kini bergerak ke wilayah timur setelah sebelumnya menghantam sejumlah negara di Eropa Barat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1.300 orang meninggal akibat cuaca panas sejak 21 Juni 2026.
Sekitar 191 juta warga diperkirakan menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius. Sementara itu, sekitar 381 juta orang merasakan suhu lebih dari 30 derajat Celsius. Data tersebut berasal dari analisis prakiraan cuaca dan data kependudukan di Eropa.
Namun, apakah air fryer benar-benar lebih baik untuk kesehatan? Berikut penjelasannya.
“Baca Juga: Pesawat Terjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas“
Suhu Ekstrem Melanda Banyak Negara
Gelombang panas masih memengaruhi beberapa negara di Eropa Tengah dan Timur. Jerman, Slovakia, Serbia, Kroasia, Italia, Austria, dan Ukraina bagian barat melaporkan suhu yang sangat tinggi.
Selain itu, cuaca panas juga memberikan tekanan besar pada berbagai sektor. Banyak sekolah menghentikan kegiatan belajar. Jaringan listrik pun menghadapi beban tinggi akibat penggunaan pendingin ruangan yang meningkat.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan keprihatinannya melalui media sosial. Ia mengatakan jutaan orang hidup dalam kondisi panas ekstrem. Selain itu, ratusan orang kehilangan nyawa akibat kondisi tersebut.
Prancis Mulai Merasakan Sedikit Kelegaan
Badai yang datang pada malam hari membantu menurunkan suhu di beberapa wilayah Prancis. Namun, badai itu juga memicu insiden lain. Seorang pria meninggal setelah sebuah pohon tumbang menimpa mobilnya di dekat Brussels.
Pemerintah Prancis memperkirakan peringatan panas tertinggi akan berakhir pada Minggu malam. Meski demikian, jutaan warga masih menghadapi suhu yang sangat tinggi.
Otoritas kesehatan Prancis juga mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dibanding perkiraan sejak 24 Juni. Sebagian besar korban berusia di atas 65 tahun.
Menteri Kesehatan Stephanie Rist menyatakan sistem kesehatan kini lebih siap dibanding saat gelombang panas tahun 2003. Oleh karena itu, pemerintah berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menegaskan pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk menghadapi situasi tersebut. Ia juga membantah anggapan bahwa respons pemerintah mengalami kegagalan.
Rekor Suhu Baru Terus Bermunculan
Gelombang panas kali ini memecahkan rekor suhu di beberapa negara Eropa.
Polandia mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah sebesar 40,5 derajat Celsius di kota Slubice. Selain itu, Jerman juga mencatat rekor baru dengan suhu mencapai 41,7 derajat Celsius di Coschen, dekat perbatasan Polandia.
Republik Ceko ikut memecahkan rekor nasional. Kota Doksany mencatat suhu hingga 41,1 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gelombang panas terus meningkat di berbagai wilayah Eropa.
Dampak Mulai Mengancam Lingkungan
Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis menyebut suhu ekstrem tidak hanya mengancam manusia. Kondisi tersebut juga mulai memengaruhi ekosistem laut dan keanekaragaman hayati.
Para peneliti menilai suhu yang terus meningkat dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mereka meminta berbagai pihak meningkatkan langkah mitigasi untuk menghadapi perubahan iklim.
Gelombang panas kali ini menjadi salah satu peristiwa cuaca paling serius di Eropa sepanjang 2026. Pemerintah di berbagai negara pun terus memantau perkembangan situasi sambil memperkuat langkah perlindungan bagi masyarakat.
Namun, apakah air fryer benar-benar lebih baik untuk kesehatan? Berikut penjelasannya.
“Baca Juga: Sering Lemas Meski Makan Teratur? Waspadai Gangguan Usus“





