Greenhill Ciwidey – TNI (Tentara Nasional Indonesia) berhasil merebut Markas Besar Kodap VIII/Soanggama yang dipimpin oleh Undius Kogoya. Dalam operasi tersebut, pasukan TNI menembak mati 14 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang tergabung dalam Kodap VIII/Intan Jaya.
Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, menyampaikan bahwa para anggota OPM itu bertanggung jawab atas sejumlah aksi kekerasan sepanjang tahun 2025. Menurutnya, kelompok ini telah melakukan berbagai serangan terhadap aparat dan warga sipil di wilayah Intan Jaya.
Kelompok OPM Terlibat dalam 12 Serangan Sepanjang Tahun 2025
Iwan menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025, kelompok OPM Kodap VIII/Intan Jaya telah melancarkan 12 aksi kekerasan bersenjata. Dari total tersebut, sembilan serangan menargetkan aparat TNI, sedangkan tiga serangan lainnya menyasar masyarakat sipil.
“Berdasarkan laporan satuan di lapangan, tercatat 12 aksi kekerasan bersenjata sepanjang tahun ini yang dilakukan oleh kelompok Kodap VIII,” kata Iwan pada Kamis (16/10/2025).
Serangkaian aksi itu menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, baik di kalangan aparat maupun masyarakat.
Serangan terhadap Aparat TNI
Sebagian besar aksi kekerasan OPM menyasar personel TNI di berbagai lokasi di Intan Jaya. Berikut sembilan insiden yang tercatat sepanjang tahun 2025:
-
28 Maret 2025 – Serangan di Soanggama, Distrik Hitadipa.
-
29 Maret 2025 – Serangan di Zonogo, Hitadipa.
-
14 April 2025 – Serangan di Titigi.
-
30 April 2025 – Serangan di Titigi.
-
1 Mei 2025 – Serangan di Titigi.
-
14 Mei 2025 – Serangan di Eknemba.
-
27 Mei 2025 – Serangan di Sugapa Lama.
-
8 Agustus 2025 – Serangan di Mamba Bawah.
-
12 Oktober 2025 – Serangan di Gamagai, Ugimba.
Rangkaian serangan itu menunjukkan intensitas konflik yang tinggi antara TNI dan kelompok separatis di wilayah tersebut.
Serangan terhadap Warga Sipil
Selain menyerang aparat, kelompok OPM juga melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Ada tiga peristiwa besar yang tercatat sepanjang 2025:
-
18 Maret 2025 – Kampung Mamba, Sugapa
Anggota OPM menembak warga sipil bernama Michael Wattimena hingga mengalami luka tembak serius. -
25 Juli 2025 – Kampung Wandoga
OPM menyerang warga pendatang bernama Joni Hendra. Serangan itu menyebabkan korban meninggal dunia. -
8 Oktober 2025 – Kampung Dugusiga
OPM pimpinan Guspi Waker dan Joshua Waker menembak karyawan PT TJP, Anselmus Arfin, hingga tewas.
TNI Terus Lakukan Operasi Keamanan di Papua
Keberhasilan TNI merebut markas Kodap VIII menjadi langkah besar dalam menekan aktivitas bersenjata OPM di Intan Jaya. Operasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Papua.
TNI menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata. Selain itu, operasi lanjutan akan terus dilakukan untuk mencegah serangan baru dan menegakkan kedaulatan negara di wilayah paling timur Indonesia ini.






