Greenhill Ciwidey – Polisi menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam penyerangan bersenjata tajam di Johar Baru, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi di Jalan Tanah Tinggi XII pada Jumat, 26 Juni 2026 dini hari.
Aksi tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Polisi kini masih memburu pelaku lain yang diduga ikut dalam penyerangan.
“Baca Juga: Survei Puspoll: Dukungan MBG Tinggi, Keyakinan Masih Rendah“
Kelompok Gangster Datang dengan Puluhan Sepeda Motor
Unit Reskrim Polsek Johar Baru mengungkap kelompok penyerang berjumlah sekitar 40 orang.
Mereka datang menggunakan sekitar 20 sepeda motor dan menyerang warga secara berkelompok.
Akibat serangan itu, tiga korban mengalami luka pada bagian punggung, pinggang, dan lengan.
Petugas segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari masyarakat.
Polisi Amankan Lima Terduga Pelaku
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan polisi bergerak cepat mengusut kasus tersebut.
Penyidik memeriksa saksi, menganalisis rekaman CCTV, dan melakukan pengembangan di lapangan.
Hasil penyelidikan mengarahkan polisi kepada lima terduga pelaku.
Kelima terduga pelaku berinisial P, HS, IW, AS, dan MDP.
Mereka kini menjalani pemeriksaan di Polsek Johar Baru.
Polisi Sita Senjata Tajam dan Kendaraan
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari para terduga pelaku.
Barang bukti tersebut meliputi dua bilah celurit dan dua sepeda motor.
Petugas juga menyita satu jaket yang diduga milik pelaku.
Selain itu, penyidik mengumpulkan rekaman CCTV dan hasil visum korban untuk melengkapi proses penyidikan.
Seluruh barang bukti akan membantu penyidik mengungkap peran masing-masing pelaku.
Polisi Masih Memburu Pelaku Lain
Kapolsek Johar Baru, Kompol Saiful Anwar, mengatakan penyidik terus mengembangkan kasus tersebut.
Tim masih mengejar sejumlah pelaku yang telah teridentifikasi.
Polisi juga menelusuri dugaan keterlibatan kelompok gangster lain.
Selain itu, penyidik mendalami aktivitas para pelaku di media sosial.
Langkah tersebut bertujuan mengungkap jaringan yang terlibat dalam aksi penyerangan.
Polisi Minta Masyarakat Aktif Melapor
Kapolres Reynold menegaskan polisi tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan.
Polisi akan menindak seluruh pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku.
Langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Saiful mengimbau warga segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan.
Laporan masyarakat dinilai penting untuk membantu polisi mencegah aksi kriminal serupa.
Hingga kini, lima terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan. Di sisi lain, polisi terus memburu pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).





