Greenhill Ciwidey – Banjir kembali melanda kawasan Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu, 18 Januari 2026.
Ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter dan mengganggu aktivitas warga.
Air banjir menutup sebagian jalan permukiman sejak pagi hari.
Warga kesulitan beraktivitas karena genangan muncul di banyak titik.
“Baca Juga: Khamenei Tuduh AS dan Israel Dalangi Ribuan Kematian di Iran“
Kendaraan Warga Terendam Air
Banjir merendam sejumlah kendaraan milik warga.
Motor dan mobil terlihat terparkir dalam kondisi tergenang air.
Kondisi ini membuat warga memilih tidak keluar rumah.
Sebagian warga memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi.
Namun, tidak semua warga memiliki lokasi aman.
Akibatnya, beberapa kendaraan tetap terjebak banjir.
BPBD Turun Tangan Lakukan Evakuasi
Petugas dari BPBD DKI Jakarta langsung datang ke lokasi.
Petugas fokus membantu warga yang hendak mengungsi.
BPBD mengerahkan perahu karet untuk proses evakuasi.
Petugas memprioritaskan lansia, anak-anak, dan warga rentan lainnya.
Proses evakuasi berlangsung sejak pagi.
Petugas terus memantau ketinggian air di permukiman warga.
Warga Ikut Bantu Proses Evakuasi
Selain petugas, warga setempat ikut membantu.
Sejumlah remaja membantu mengarahkan perahu dan mengevakuasi barang.
Kerja sama ini mempercepat proses evakuasi.
Warga saling membantu agar situasi tetap terkendali.
Banjir Mulai Sejak Dini Hari
Seorang warga bernama Oktavianti menjelaskan banjir mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
Hujan deras turun tanpa henti sejak malam hari.
Ia menyebut banjir juga berasal dari air kiriman.
Debit air meningkat dengan cepat dalam waktu singkat.
Menurutnya, banjir ini terjadi dua kali dalam sepekan.
Namun, banjir kali ini memiliki ketinggian lebih parah.
Air naik dengan cepat dan hampir mencapai satu meter.
Warga tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan banyak barang.
Warga Mengungsi ke Masjid
Akibat banjir, Oktavianti memilih mengungsi ke masjid terdekat.
Rumahnya tidak memiliki lantai dua sehingga tidak aman.
Saat ini sekitar 15 kepala keluarga mengungsi di masjid.
Sebagian warga lain bertahan karena rumah mereka bertingkat.
Kondisi pengungsian masih terbatas.
Warga belum menerima bantuan makanan hingga siang hari.
Warga Harapkan Bantuan Pemerintah
Oktavianti mengaku aktivitas warga sangat terganggu.
Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan darurat.
Warga membutuhkan makanan dan kebutuhan dasar lainnya.
Mereka juga berharap penanganan banjir bisa lebih cepat.
Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi.
Warga terus menunggu bantuan sambil memantau kondisi air.
“Baca Juga: Arus Balik Libur Isra Miraj ke Jabodetabek Meningkat“






