Greenhill Ciwidey – Militer Israel kembali menggempur Kota Gaza pada Sabtu (20/9/2025). Serangan ini terjadi menjelang pengakuan Palestina oleh 10 negara. Dukungan tersebut akan diumumkan pada Senin, bertepatan dengan pertemuan Majelis Umum PBB di New York.
Negara yang siap mengakui Palestina antara lain Australia, Belgia, Inggris, dan Kanada. Dukungan itu dinilai memperkuat posisi diplomatik Palestina di forum internasional.
Serangan Darat dan Udara Menghantam Kota Gaza
Israel meningkatkan intensitas serangan darat dan udara sepanjang pekan ini. Pasukan mereka menargetkan gedung-gedung tinggi di berbagai wilayah Kota Gaza.
Serangan darat juga dilakukan di Sheikh Radwan dan Tel Al-Hawa, dua kawasan padat penduduk. Israel mengerahkan pasukan dari timur kota untuk bergerak menuju bagian tengah dan barat. Ribuan warga sipil masih berlindung di wilayah tersebut.
Ribuan Bangunan Hancur dan Warga Mengungsi
Militer Israel menyebut pasukannya menghancurkan hingga 20 blok menara di Kota Gaza dalam dua pekan terakhir. Media Israel melaporkan lebih dari 500.000 orang telah meninggalkan kota sejak awal September.
Namun, Hamas membantah angka tersebut. Mereka menegaskan sekitar 300.000 orang telah mengungsi, sementara 900.000 lainnya masih bertahan di dalam kota. Hamas juga menyebut ratusan sandera Israel masih berada di Gaza.
Peringatan Hamas Terkait Sandera Israel
Sayap militer Hamas merilis gambar montase sandera Israel di Telegram. Mereka memperingatkan nyawa sandera terancam akibat operasi militer Israel.
Hamas juga memperkirakan sejak 11 Agustus, Israel menghancurkan atau merusak lebih dari 1.800 rumah di Kota Gaza. Selain itu, lebih dari 13.000 tenda pengungsi hancur bersama keluarga yang menempatinya.
Korban Jiwa dan Krisis Kemanusiaan Memburuk
Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan Israel sejak hampir dua tahun terakhir telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina. Serangan ini juga menyebabkan kelaparan meluas di Jalur Gaza.
Bangunan penting rusak parah dan sebagian besar penduduk terusir dari rumah mereka. Banyak keluarga harus mengungsi berulang kali karena rumah dan tempat perlindungan hancur. Situasi ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama.
Kesimpulan: Israel Gempur Gaza
Serangan Israel terus meningkat di tengah dukungan internasional bagi pengakuan negara Palestina. Korban jiwa bertambah, bangunan hancur, dan pengungsian massal terjadi. Sementara itu, Hamas menegaskan perlawanan berlanjut dan memperingatkan ancaman bagi sandera.
Dengan semakin banyak negara siap mengakui Palestina, konflik di Gaza berpotensi semakin menarik perhatian dunia internasional.






