Greenhill Ciwidey – Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis laporan strategis terbaru.
Laporan tersebut membahas kebijakan dan arah militer China.
Pentagon menilai Taiwan, Kepulauan Senkaku, dan Arunachal Pradesh sebagai kepentingan inti China.
Penilaian ini langsung menarik perhatian komunitas internasional.
Hingga kini, Beijing belum memberi tanggapan resmi atas bagian laporan tersebut.
Sikap diam ini memicu berbagai tafsir politik dan keamanan.
“Baca Juga: Banjir Pegangsaan Dua Naik, BPBD Evakuasi Warga“
Beijing Membantah Sebagian, Namun Tetap Bungkam
Sebelumnya, China cepat membantah tuduhan tertentu dari Pentagon.
China menolak klaim yang menyebut Beijing ingin merusak hubungan India dan Amerika Serikat.
Namun, China tidak menanggapi bagian laporan tentang kepentingan inti wilayah.
Bungkamnya Beijing dinilai signifikan oleh para analis.
Sikap ini dianggap menguatkan penilaian Pentagon.
Banyak pihak melihatnya sebagai pengakuan tidak langsung.
Kepentingan Inti China Terus Meluas
Laporan Pentagon menjelaskan makna kepentingan inti China.
Konsep ini mencakup kendali Partai Komunis China dan stabilitas nasional.
Pentagon menyebut China memperluas makna tersebut.
China kini memasukkan Taiwan dan wilayah sengketa lain.
Wilayah itu termasuk Laut China Selatan dan Kepulauan Senkaku.
China juga memasukkan Arunachal Pradesh milik India.
Langkah ini menunjukkan ambisi teritorial yang lebih luas.
Tekanan Militer di Sekitar Taiwan Meningkat
China meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan.
Latihan militer terbaru berlangsung di Selat Taiwan.
Pasukan China mensimulasikan blokade dan operasi kontra-intervensi.
Skenario ini berkaitan dengan potensi invasi.
Pentagon menilai latihan tersebut sebagai tekanan psikologis.
China ingin memengaruhi Taiwan dan sekutunya.
Taiwan tetap menjadi titik panas utama kawasan.
Amerika Serikat Tetap Pegang Komitmen Taiwan
Presiden Donald Trump menanggapi latihan China dengan tenang.
Trump menyatakan Amerika Serikat tidak merasa khawatir.
Amerika Serikat memiliki komitmen membantu Taiwan.
Komitmen itu mencakup kemungkinan intervensi militer.
Pernyataan ini menegaskan posisi Washington.
Jepang Bereaksi Keras atas Tekanan China
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memberi sinyal penting.
Ia menyebut Jepang tidak menutup opsi intervensi.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras Beijing.
China memberlakukan kontrol ekspor barang dwiguna.
Barang tersebut berpotensi mendukung industri militer Jepang.
Jepang Perkuat Pertahanan Dekat Taiwan
Jepang mengumumkan rencana militer baru.
Tokyo akan memasang rudal di Pulau Yonaguni.
Pulau tersebut terletak dekat Taiwan.
Lokasi ini dinilai strategis untuk pertahanan Jepang.
Pemerintah Jepang juga menyetujui anggaran pertahanan besar.
Nilainya melampaui 58 miliar dolar Amerika.
Anggaran ini memperkuat pertahanan pantai dan kemampuan serangan balasan.
Sengketa Lama Kepulauan Senkaku
China dan Jepang memiliki sengketa Kepulauan Senkaku.
Jepang memasukkan pulau ini ke wilayahnya sejak 1895.
Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat mengelola pulau tersebut.
AS mengembalikannya ke Jepang pada 1972.
Warga Jepang kemudian menetap dan beraktivitas di sana.
China tidak pernah memiliki pemukiman permanen.
China mulai mengklaim wilayah itu setelah penemuan minyak.
Arunachal Pradesh dan Ketegangan China–India
China juga mengklaim Arunachal Pradesh milik India.
Wilayah ini menjadi isu sensitif dalam hubungan bilateral.
Beberapa warga India mengalami penahanan di China.
Alasan penahanan berkaitan dengan asal wilayah.
China juga memperkuat klaim di kawasan Galwan.
Media resmi China menyebarkan narasi sepihak.
Namun, fakta sejarah menunjukkan wilayah tersebut milik India.
Hubungan India–AS Dinilai Tetap Kuat
Para analis menilai hubungan India dan Amerika Serikat stabil.
Kerja sama kedua negara mencakup militer dan ekonomi.
Budaya dan pendidikan juga memperkuat hubungan tersebut.
China dinilai sulit mengganggu kemitraan ini.
Namun, sikap China memicu keraguan India.
Klaim teritorial merusak kepercayaan bilateral.
Indo-Pasifik Bebas Jadi Kepentingan Bersama
India mendukung kawasan Indo-Pasifik yang terbuka.
Kawasan ini penting bagi hubungan India dan ASEAN.
Manuver militer China dinilai bertentangan dengan tujuan tersebut.
Ketegangan di Taiwan berpotensi memicu instabilitas regional.
Situasi ini membuat kawasan semakin waspada.
“Baca Juga: 3 Pegawai KKP Diduga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500“






