Greenhill Ciwidey – Israel melancarkan serangan baru di Jalur Gaza pada Jumat, 15 Mei 2026. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.
Pihak Israel mengklaim operasi itu menargetkan komandan militer senior Hamas, Izz al-Din al-Haddad.
Serangan tersebut menjadi operasi pertama terhadap pejabat tinggi Hamas sejak gencatan senjata Oktober lalu.
“Baca Juga: Kemenkes Waspadai Hantavirus, 21 RS Disiagakan“
Serangan Terjadi Saat Palestina Peringati Nakba
Serangan berlangsung ketika warga Palestina memperingati 78 tahun peristiwa Nakba.
Peristiwa tersebut menggambarkan pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari tanah mereka pada 1948.
Karena itu, serangan terbaru Israel kembali meningkatkan ketegangan di wilayah Gaza dan sekitarnya.
Kondisi Izz al-Din al-Haddad Belum Diketahui
Hingga sekarang, belum ada kepastian mengenai kondisi Izz al-Din al-Haddad.
Israel dan Hamas belum memberikan konfirmasi apakah komandan tersebut tewas atau terluka dalam serangan itu.
Layanan darurat Gaza mengatakan korban luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa untuk mendapatkan perawatan medis.
Israel Tuduh Haddad Terlibat Serangan 2023
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengeluarkan pernyataan bersama setelah serangan berlangsung.
Keduanya menuduh Haddad sebagai salah satu perancang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Israel juga menuduh Haddad terlibat dalam penyanderaan yang terjadi saat serangan tersebut.
Selain itu, Israel menyebut Haddad menolak rencana Presiden AS Donald Trump terkait pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza.
Gencatan Senjata Masih Dipenuhi Ketegangan
Meski gencatan senjata sudah berlaku sejak tahun lalu, Israel terus melakukan operasi militer di Gaza.
Sementara itu, Hamas masih menguasai sebagian wilayah pesisir Gaza. Pasukan Israel tetap mengendalikan zona besar yang sebagian besar telah kosong dari penduduk.
Kedua pihak juga terus saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Selain itu, pembicaraan mengenai rencana pascaperang Gaza masih belum menemukan titik temu.
Haddad Gantikan Muhammad Sinwar
Izz al-Din al-Haddad mengambil alih kepemimpinan sayap militer Hamas tahun lalu.
Ia menggantikan Muhammad Sinwar yang tewas dalam operasi militer Israel.
Muhammad Sinwar merupakan saudara dari Yahya Sinwar, salah satu tokoh penting dalam serangan 7 Oktober 2023.
Israel Serang Gaza: Korban Konflik Terus Bertambah
Otoritas kesehatan Palestina menyebut lebih dari 72 ribu orang tewas sejak konflik meningkat tiga tahun lalu.
Selain itu, lebih dari 172 ribu orang mengalami luka-luka akibat perang dan serangan militer.
Kondisi kemanusiaan di Gaza juga terus memburuk. Banyak wilayah mengalami kerusakan parah akibat konflik berkepanjangan.
Karena itu, kritik internasional terhadap operasi militer Israel semakin meningkat. Beberapa negara Barat bahkan mulai mempertimbangkan sanksi terhadap Israel.






