Greenhill Ciwidey – Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026. Hingga Selasa, 11 Agustus, otoritas mencatat 224 korban meninggal dunia.
Tim penyelamat masih mencari warga yang kemungkinan terjebak dalam reruntuhan. Mereka menggunakan alat berat dan peralatan sederhana untuk menjangkau korban.
“Baca Juga: Latihan Tom Holland untuk Membentuk Tubuh ala Spider-Man“
Gempa M7,4 Hancurkan Bangunan di Sejumlah Kota
Gempa mengguncang kawasan penghasil kopi utama Kolombia pada Senin pagi. Guncangan kuat merusak berbagai bangunan di Pereira, Cali, dan sejumlah wilayah lainnya.
Pereira menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan paling parah. Banyak rumah dan bangunan berubah menjadi tumpukan beton serta besi.
Di Cali, sedikitnya 95 orang meninggal akibat gempa. Puluhan bangunan juga mengalami kerusakan berat hingga mengalami keruntuhan.
Gempa juga merusak fasilitas kesehatan di Cali. Beberapa lantai rumah sakit runtuh dan menyebabkan sejumlah pasien terjebak.
Kondisi tersebut memaksa sekitar 600 pasien menjalani perawatan di luar gedung. Petugas medis harus bekerja di tengah puing dan kondisi darurat.
Tim Penyelamat Masih Mencari Korban
Tim pencarian melibatkan polisi, tentara, relawan, serta petugas Palang Merah Kolombia. Mereka bekerja sepanjang malam untuk menemukan korban yang masih hidup.
Tim penyelamat menggunakan ekskavator untuk mengangkat material berat. Namun, mereka juga menggunakan tangan ketika kondisi reruntuhan tidak memungkinkan penggunaan alat berat.
José Fernando Usma dari Palang Merah Kolombia mengatakan tim menemukan tanda kehidupan. Petugas kemudian memeriksa struktur bangunan secara hati-hati untuk menjangkau korban.
Situasi tersebut memberi harapan bagi keluarga yang masih menunggu kabar. Tim penyelamat terus bekerja selama peluang menemukan korban masih terbuka.
Pereira dan Chocó Mengalami Dampak Berat
Selain Cali, Pereira juga mencatat jumlah korban yang tinggi. Otoritas setempat melaporkan 72 orang meninggal akibat gempa.
Wilayah Valle del Cauca mencatat 38 korban meninggal. Sementara itu, Chocó mencatat 13 korban meninggal akibat bencana tersebut.
Chocó berada dekat dengan pusat gempa. Kondisi geografis wilayah tersebut juga menyulitkan petugas dalam menyalurkan bantuan.
Di Manizales, gempa merusak bagian salah satu menara katedral. Kerusakan tersebut menambah daftar fasilitas penting yang terdampak.
Pemerintah Kerahkan Pasukan ke Cali
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengerahkan sekitar 1.000 personel keamanan ke Cali. Pemerintah mengambil langkah tersebut setelah muncul laporan penjarahan.
Cali dan Pereira juga memberlakukan jam malam pada Senin malam. Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menjaga keamanan masyarakat selama proses pemulihan.
Selain itu, pemerintah mengerahkan berbagai lembaga untuk menangani dampak bencana. Petugas terus melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga.
Gempa Picu Kekhawatiran tentang Bencana Susulan
Gempa ini mengingatkan warga Kolombia pada bencana besar sebelumnya. Pada 1999, gempa di kawasan penghasil kopi menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Wilayah tersebut memang memiliki sejarah aktivitas gempa yang signifikan. Karena itu, masyarakat kini menghadapi proses evakuasi dan pemulihan dengan kewaspadaan tinggi.
Laporan terbaru juga mencatat lebih dari 100 gempa susulan setelah gempa utama. Kondisi tersebut membuat tim penyelamat harus bekerja dengan sangat hati-hati.
Hingga kini, petugas masih mendata kerusakan dan jumlah korban. Angka korban juga dapat berubah ketika tim mencapai wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Baca Juga: Beda Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu pada Anak“




