Greenhill Ciwidey – Hampir 200 orang menjalani pengawasan medis di Irkutsk, Siberia timur, Rusia. Pemerintah memantau mereka karena dugaan paparan penyakit pes.
Media lokal menyebut jumlah orang dalam pemantauan mencapai 189 orang. Mereka menjalani pemeriksaan setelah seorang karyawan institut penelitian anti-pes mengalami sakit.
“Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Relawan Gelar Sujud Syukur“
Karyawan Institut Anti-Pes Meninggal
Alexei Tsydenov, kepala Republik Buryatia, menyampaikan informasi mengenai kasus tersebut. Ia mengatakan seorang perempuan meninggal akibat bentuk pes yang belum diketahui.
Perempuan tersebut bekerja di sebuah institut penelitian anti-pes di Irkutsk. Kondisinya kemudian memicu pemantauan terhadap orang-orang yang kemungkinan melakukan kontak.
Namun, Rospotrebnadzor memberikan informasi berbeda mengenai diagnosis tersebut. Badan kesehatan masyarakat Rusia itu menyebut pasien mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.
Rospotrebnadzor juga menyatakan kondisi kesehatan masyarakat masih stabil. Pernyataan itu mencakup wilayah Irkutsk, Kota Irkutsk, dan Shelekhov.
Dugaan Pes Paru-Paru Muncul Setelah Perjalanan
Laporan sebelumnya muncul pada Jumat, 2 Oktober 2026. Media lokal menyebut seorang karyawan perempuan berusia 27 tahun mengalami dugaan pes paru-paru.
Karyawan tersebut sebelumnya melakukan perjalanan kerja ke Buryatia. Wilayah tersebut berada dekat perbatasan Rusia dengan Mongolia.
Menurut laporan Mash, wilayah sekitar perbatasan juga mengalami laporan wabah. Informasi tersebut kemudian meningkatkan perhatian terhadap kondisi karyawan tersebut.
Pes paru-paru dapat menyerang sistem pernapasan manusia. Bakteri Yersinia pestis dapat menyebabkan penyakit pes.
Namun, informasi terbaru dari Rospotrebnadzor belum mengonfirmasi bahwa pasien mengalami penyakit pes. Karena itu, otoritas masih memantau perkembangan kasus tersebut.
Rusia Pantau Kondisi di Irkutsk
Rospotrebnadzor menyatakan situasi sanitasi dan epidemiologi tetap stabil. Otoritas juga terus memantau kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Selain itu, tenaga kesehatan melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang memiliki kemungkinan kontak. Langkah tersebut bertujuan menemukan gejala sejak awal.
Pemerintah Rusia juga menghadapi perhatian internasional terkait kasus tersebut. Amerika Serikat turut memantau laporan dugaan wabah dan karantina di Rusia.
Amerika Serikat Ikut Memantau Perkembangan
Menurut Axios, seorang pejabat pemerintahan Amerika Serikat mengonfirmasi pemantauan tersebut pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Pejabat tersebut mengatakan pemerintah Amerika Serikat mengetahui perkembangan kasus tersebut. Pemerintah juga memantau situasi dan mengevaluasi berbagai pilihan.
Sementara itu, otoritas Rusia belum menyatakan adanya wabah pes yang terkonfirmasi di Irkutsk. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab penyakit.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara dugaan kasus dan diagnosis yang sudah terkonfirmasi. Informasi resmi Rospotrebnadzor saat ini masih menyebut pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.
“Baca Juga: Kurang Tidur dan Lemak Perut Tingkatkan Risiko Kanker Payudara“





