Greenhill Ciwidey – Serangkaian ledakan besar mengguncang sejumlah wilayah di Iran pada Minggu (8/11/2026). Salah satu lokasi yang melaporkan kejadian tersebut adalah Pulau Qeshm di Selat Hormuz.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun penyebab ledakan. Media Iran melaporkan suara ledakan di beberapa kota dan wilayah pesisir.
“Baca Juga: Polri Usut Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo“
Ledakan Terdengar di Pulau Qeshm dan Tiga Kota Lain
Mengutip Al Jazeera, media Iran melaporkan ledakan di Pulau Qeshm. Selain itu, warga juga mendengar suara ledakan di Jask, Sirik, dan Bandar Abbas.
Keempat wilayah tersebut berada di Provinsi Hormozgan atau kawasan pesisir selatan Iran. Namun, laporan awal belum menjelaskan sumber ledakan maupun tingkat kerusakannya.
Peristiwa ini bukan kejadian pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan lima ledakan di Pulau Qeshm.
Laporan tersebut muncul pada Selasa (3/11). Sementara itu, kantor berita Fars menyebut suara ledakan berasal dari arah laut dekat Bandar Lengeh.
Bandar Lengeh juga berada di Provinsi Hormozgan. Meski demikian, belum ada keterangan yang memastikan apakah seluruh kejadian tersebut saling berkaitan.
Ledakan Terjadi di Tengah Ketegangan Iran dan AS
Laporan ledakan ini muncul ketika Iran dan Amerika Serikat terus menjalankan upaya diplomatik. Kedua negara berupaya meredakan ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
Selat Hormuz memiliki posisi strategis bagi jalur pelayaran dan perdagangan energi dunia. Karena itu, perkembangan keamanan di kawasan tersebut mendapat perhatian internasional.
Di tengah situasi tersebut, Teheran dan Washington masih menjalin komunikasi. Kedua pihak juga mengonfirmasi adanya pertukaran pesan melalui perantara.
Qatar Bantu Fasilitasi Komunikasi Kedua Negara
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, sebelumnya menjelaskan perkembangan komunikasi tersebut. Ia mengatakan kedua negara masih bertukar pesan melalui pihak penengah.
Baqaei juga mengonfirmasi kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, ke Doha. Kunjungan itu bertujuan memfasilitasi komunikasi melalui mediasi Qatar.
Namun, belum ada informasi yang memastikan hubungan antara ledakan dan ketegangan diplomatik tersebut. Pemerintah Iran juga belum mengumumkan penyebab pasti insiden terbaru.
Dengan demikian, perkembangan situasi di Pulau Qeshm dan wilayah sekitarnya masih menunggu keterangan resmi. Informasi mengenai korban, kerusakan, serta sumber ledakan juga masih perlu dikonfirmasi.
“Baca Juga: Sering Ingin BAB Setelah Makan? Ini Penyebabnya“





