Greenhill Ciwidey – Trump Perintahkan Serangan Kapal: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan militer terhadap kapal kartel narkoba Venezuela pada Senin, 15 September 2025. Serangan tersebut berlangsung di perairan internasional dan menewaskan tiga orang.
Trump mengumumkan serangan ini melalui unggahan di media sosial Truth Social. Ia menyatakan pasukan AS melancarkan operasi kinetik kedua terhadap kartel narkoba yang dianggap sangat berbahaya.
Dalam video yang ia bagikan, kapal target terlihat terombang-ambing di laut sebelum meledak menjadi bola api besar.
“Baca Juga: Sushila Karki Jadi PM Nepal Pilihan Gen Z di Discord“
Alasan Trump Menyerang Kapal Kartel
Trump menegaskan kartel narkoba Venezuela mengancam keamanan nasional dan kepentingan vital Amerika Serikat. Ia menyebut kelompok tersebut berupaya menyelundupkan kokain dan fentanil dalam jumlah besar ke AS.
“Berhati-hatilah. Jika Anda mengangkut narkoba yang bisa membunuh warga Amerika, kami sedang memburu Anda,” kata Trump.
Trump juga menyinggung dampak operasi militer ini terhadap industri perikanan Venezuela. Ia menyatakan nelayan mungkin enggan melaut karena takut salah ditargetkan.
Serangan Kedua dalam Satu Bulan
Serangan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah operasi pertama yang menewaskan 11 orang. Pengeboman pertama tersebut sudah memperburuk ketegangan antara Washington dan Caracas.
Pada pekan sebelumnya, pemerintah Venezuela menuduh militer AS mencegat kapal nelayan mereka yang tidak bersenjata. Tuduhan ini semakin memperkeruh hubungan kedua negara yang sudah lama bermasalah.
Kontroversi dan Kritik dari Publik
Beberapa pihak menilai operasi militer ini menyalahi hukum internasional. Mereka menganggap serangan tersebut merupakan bentuk eksekusi di luar proses hukum yang sah.
Kritikus mempertanyakan mengapa para terduga pengedar narkoba tidak ditangkap saat memasuki perairan AS. Mereka menyoroti sejarah militer AS yang kerap salah identifikasi target hingga menewaskan warga sipil tak bersalah.
Seorang reporter di Gedung Putih bahkan menantang Trump untuk membuktikan bahwa kapal target memang membawa narkoba. Trump menanggapi dengan menyebut adanya kantong besar kokain dan fentanil yang tercecer di laut setelah serangan.
Namun, rekaman video yang dibagikan Trump tidak menunjukkan bukti jelas keberadaan narkoba tersebut. Hal ini memicu semakin banyak pertanyaan mengenai akurasi klaim pemerintah.
Dampak terhadap Venezuela
Trump mengakui bahwa operasi militer ini berisiko merugikan nelayan Venezuela. Industri perikanan negara tersebut sudah tertekan oleh krisis ekonomi dalam negeri dan sanksi dari Amerika Serikat.
“Kalau saya nelayan, saya tidak mau memancing di sana. Karena saya akan khawatir dianggap menyelundupkan narkoba,” kata Trump.
Pernyataan itu menambah kekhawatiran bahwa operasi ini bisa memperparah penderitaan rakyat biasa di Venezuela.
Trump Perintahkan Serangan Kapal: Masa Depan Operasi Militer AS
Trump menegaskan ia akan terus melanjutkan operasi terhadap kartel narkoba. Ia menganggap tindakan keras ini sebagai bagian penting dari kebijakan keamanan nasional.
Meski demikian, kritik dari masyarakat internasional semakin keras. Para pengamat memperingatkan bahwa tindakan sepihak seperti ini bisa membuka konflik baru dan melanggar aturan hukum global.
Trump tampaknya tidak bergeming. Ia menutup pernyataannya dengan ancaman keras kepada kelompok penyelundup narkoba yang berusaha masuk ke Amerika Serikat.
“Baca Juga: Pria Depok Tewas Gantung Diri Setelah Istri Ajukan Cerai“






