Beranda / Berita / Ahli Tegaskan Ijazah Jokowi Termasuk Informasi Publik

Ahli Tegaskan Ijazah Jokowi Termasuk Informasi Publik

Ahli Tegaskan Ijazah Jokowi Termasuk Informasi Publik

Greenhill Ciwidey – Mantan Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta, Yulianto Widirahardjo, menegaskan bahwa data pribadi pada dasarnya memiliki perlindungan hukum. Namun ia menyampaikan bahwa perlindungan itu dapat berkurang ketika seseorang mencalonkan diri atau menduduki jabatan publik.
Ia menyampaikan pandangan tersebut saat hadir sebagai ahli dalam sidang sengketa informasi terkait ijazah Presiden Joko Widodo. Sidang itu berlangsung di Komisi Informasi DKI Jakarta pada Rabu, 3 Desember 2025.

“Baca Juga: TNI AU Kirim Caracal untuk Percepat Bantuan di Sibolga“

Aturan KIP Reduksi Perlindungan Data Pribadi

Yulianto menyebut bahwa Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik memberikan ruang bagi publik untuk mengakses data pribadi pejabat.
Ia lalu menjelaskan bahwa Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang KIP mengatur bahwa data pribadi pejabat publik dapat diakses masyarakat.
Ia menegaskan bahwa aturan tersebut berlaku bagi individu yang sudah atau sedang memegang jabatan publik.
Menurutnya, seluruh atribut seorang pejabat publik menjadi informasi milik publik selama masa jabatan berlangsung.

Awal Sengketa Informasi Jokowi

Sengketa ini muncul setelah Bonatua Silalahi mengajukan permohonan informasi kepada Lembaga Kearsipan Daerah Pemprov DKI Jakarta.
Ia meminta dokumen pencalonan Joko Widodo pada Pilgub DKI 2012, termasuk salinan ijazah.
Namun PPID Pemprov DKI Jakarta menjawab bahwa lembaga tersebut tidak memiliki dan tidak menguasai dokumen yang diminta.
Jawaban ini membuat Bonatua mempertanyakan pengelolaan dokumen pencalonan kepala daerah.

Bonatua Nilai Ada Pelanggaran Aturan

Bonatua menilai bahwa jawaban PPID tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang KIP.
Ia berpendapat bahwa dokumen pencalonan seharusnya tersimpan sesuai aturan kearsipan.
Ia juga menilai bahwa ketiadaan dokumen itu berpotensi menimbulkan pelanggaran dalam sistem kearsipan daerah.
Menurutnya, setiap dokumen pencalonan kepala daerah memiliki nilai penting dan membutuhkan penyimpanan yang rapi serta terukur.

Ahli Tegaskan Dokumen Pejabat Publik Milik Publik

Yulianto kembali menegaskan bahwa dokumen pencalonan pejabat publik bersifat terbuka.
Karena itu, ia melihat bahwa publik memiliki hak untuk meminta dan mendapatkan dokumen penting tersebut.
Ia juga menyebut bahwa keterbukaan informasi dapat menjaga integritas proses pencalonan pejabat publik.
Selain itu, ia menilai bahwa transparansi tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik.

Sengketa Masih Berjalan di Komisi Informasi

Proses sengketa ini masih berjalan di Komisi Informasi DKI Jakarta.
Para pihak masih menyampaikan argumen dan bukti terkait permohonan informasi tersebut.
Komisi Informasi akan menilai apakah Pemprov DKI Jakarta telah memenuhi kewajiban layanan informasi publik.
Putusan sidang ini akan menentukan apakah dokumen pencalonan Jokowi perlu dibuka kepada publik.
Karena itu, proses ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak.

“Baca Juga: Kemlu Umumkan 7 WNI Tewas dalam Kebakaran Hong Kong“

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot777 PGSoft vs Pragmatic Play Siapa Raja Slot Online Tahun Ini 7 Game PGSoft Paling Populer dari Mahjong Ways hingga Wild Bandito Gate of Olympus vs Mahjong Ways Duel Slot Legendaris yang Wajib Kamu Tahu Rahasia Grafis Mewah PGSoft yang Bikin Pemain Betah Berlama lama 10 Game Pragmatic Play dengan Fitur Bonus Paling Menggila RTP Volatilitas Dan Gaya main Panduan Lengkap PGSoft Pragmatic Sweet Bonanza sampai Starlight Princess Evolusi Game Pragmatic yang Tak Pernah Sepi PGSoft untuk Pemula Cara Memilih Game Sesuai Gaya Main 5 Slot Pragmatic yang Cocok untuk Main Santai Tanpa Ribet Masa Depan Slot Online Inovasi PGSoft dan Pragmatic Play di 2026 Bukan Cuma Jackpot 7 Alasan Slot PGSoft Pragmatic Play Bikin Nagih Dari Scatter ke Free Spin Bedah Mekanisme Bonus PGSoft vs Pragmatic Play 5 Mitos Slot Online yang Sering Bikin Pemain Salah Paham PANDUAN Main Di HP pgsoft Atau Pragmatic Yang Lebih Nyaman Jam RTP atau Keberuntungan Menakar Pola Main di Dua Provider Raksasa 7 Slot Bertema Petualangan Terbaik dari PGSoft dan Pragmatic Play Ketika Grafis Ketemu Matematika Rahasia Slot yang Enak Dimainkan Duel Provider 2026 Inovasi Fitur yang Bakal Jadi Tren Slot Berikutnya Dari Klasik sampai Megaways Evolusi Gaya Slot Pragmatic Play Checklist Sebelum Main 8 Hal Wajib Dilihat di Slot PGSoft Pragmatic TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT Integrasi Vision Transformers OpenAI Akselerasi Simulasi Probabilitas Multi Reel Terobosan Arsitektur Sora Generatif Game Gulungan Daring Starlight Princess Implementasi DeepSeek V3 Mekanisme Paylines Dinamis Gates of Olympus Sinergi Komputasi Kuantum Google Quantum AI Sinyal Pembayaran Sugar Rush 1000 Model Bahasa Penalaran Claude 3 5 Sonnet Struktur Kerapatan Scatter Mahjong Ways Pemrosesan Neural Network NVIDIA Blackwell Dinamika Cascading Lucky Neko Pemanfaatan Model Difusi Runway Gen 3 Sticky Wild Wild West Gold Riset Terapan xAI Grok 2 Lonjakan Frekuensi Multiplier Mahjong Ways 2 Algoritma Deep Reinforcement Learning DeepMind Stabilitas Tumble Sweet Bonanza Penerapan Sistem Inferensi Meta LLaMA 3 3 Paylines Wild Bounty Showdown Transformasi Model Matematika Anthropic Ritme Transisi Starlight Princess 1000 Adopsi Jaringan Sparse Autoencoder MIT Distribusi Gates of Olympus 1000 Terobosan Komputasi Kognitif Microsoft Copilot Anomali Mahjong Wins 3 Analisis Prediktif AI Kausal OpenAI Fluktuasi Simbol Fruit Party Pemanfaatan Framework Qwen 2 5 Alibaba Cloud Titik Jenuh Buffalo King Megaways Eksplorasi Model Prediksi Dinamis Mistral Large Pola Scatter Madame Destiny Megaways Penerapan Vision Language AI Generasi Baru Variasi Simbol Emas Caishen Wins Rekonstruksi Stokastik Arsitektur AI Gemini 1 5 Pro The Dog House Megaways Pemanfaatan Algoritma Self Supervised Learning Stanford Treasures of Aztec Integrasi Edge AI Apple Intelligence Pola Pecahan Rise of Olympus