Greenhill Ciwidey – Anutin Charnvirakul: Parlemen Thailand akhirnya memilih pemimpin baru pada Jumat, 5 September 2025. Anutin Charnvirakul terpilih sebagai perdana menteri setelah mengalahkan kandidat dari Partai Pheu Thai, Chaikasem Nitisiri.
Anutin memperoleh sekitar 63 persen suara, jumlah yang hampir dua kali lipat dari pesaingnya. Keputusan ini sekaligus mengakhiri kebuntuan politik yang sudah berlangsung selama sepekan. Situasi politik Thailand sebelumnya sempat memanas akibat tarik-menarik kepentingan antarpartai dan demonstrasi di berbagai wilayah.
“Baca Juga: Mayat Pria Misterius Gegerkan Warga di Kalimalang Jaktim“
Kalahnya Kubu Shinawatra
Kekalahan Chaikasem menjadi pukulan telak bagi Partai Pheu Thai. Partai tersebut sebelumnya dikenal sebagai kekuatan dominan dalam politik Thailand. Popularitas Pheu Thai turun setelah krisis politik yang pecah pada Juni lalu.
Krisis semakin parah ketika pengadilan memberhentikan Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya sebagai perdana menteri. Paetongtarn menjadi tokoh keenam dari keluarga Shinawatra yang tersingkir melalui intervensi militer atau keputusan pengadilan.
Pada saat yang sama, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra memutuskan meninggalkan Thailand. Ia terbang ke Dubai setelah 15 tahun hidup dalam pengasingan. Kondisi ini membuat Pheu Thai kehilangan pijakan kuat di parlemen.
Strategi Politik Anutin
Anutin Charnvirakul memimpin Partai Bhumjaithai selama bertahun-tahun. Ia dikenal sebagai politisi berpengalaman yang mampu menjaga keseimbangan. Anutin sering menempatkan partainya di posisi strategis di tengah pertarungan elite politik yang penuh intrik.
Dengan strategi tersebut, ia berhasil mengamankan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kubu oposisi. Anutin menjalin kesepakatan dengan Partai Rakyat, partai progresif dengan kursi terbanyak di parlemen.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Anutin berjanji menggelar referendum untuk mengubah konstitusi. Ia juga menegaskan rencana pemilu baru dalam waktu empat bulan. Langkah ini membuat banyak pihak melihatnya sebagai sosok yang luwes dan mampu bernegosiasi.
Janji Anutin Setelah Terpilih
Setelah resmi terpilih, Anutin langsung menyampaikan pernyataan di hadapan media. Ia berjanji bekerja keras tanpa mengenal libur. “Saya akan bekerja setiap hari, karena waktu kita tidak banyak. Kita harus segera mengatasi masalah,” kata Anutin.
Pria berusia 58 tahun ini sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri, menteri dalam negeri, dan menteri kesehatan. Saat pandemi melanda, Anutin dikenal sebagai sosok yang memimpin penanganan COVID-19 di Thailand.
Selain itu, ia juga terkenal karena perannya dalam mendorong legalisasi ganja di Thailand. Kebijakan itu memunculkan ribuan toko penjual ganja dan memicu perdebatan di masyarakat.
Tantangan Berat Menanti Pemerintahan Baru
Meski berhasil naik menjadi perdana menteri, Anutin menghadapi tantangan besar. Pemerintahannya hanya berupa koalisi minoritas. Partai Rakyat, meski berjumlah besar, tidak ikut serta dalam pemerintahan.
Ekonomi Thailand juga masih lemah. Konsumsi masyarakat belum pulih, kredit perbankan semakin ketat, dan utang rumah tangga melonjak. Kondisi ini menuntut langkah cepat dan tepat dari pemerintah baru.
Selain masalah ekonomi, Anutin juga perlu menjaga stabilitas politik di tengah masyarakat yang masih terbelah. Aksi protes beberapa waktu lalu menjadi tanda bahwa publik menginginkan perubahan nyata.
Penutup
Terpilihnya Anutin Charnvirakul sebagai perdana menteri baru membuka babak baru dalam politik Thailand. Ia berhasil menggeser dominasi keluarga Shinawatra yang selama ini mendominasi. Namun, tantangan besar menanti di depan mata.
Janji Anutin untuk bekerja tanpa henti akan diuji oleh kenyataan politik dan ekonomi yang kompleks. Warga Thailand kini menunggu bukti nyata dari kepemimpinan baru ini.
“Baca Juga: Bus Listrik Transjakarta Tabrak Ruko di Setiabudi, 1 Luka“






