Greenhill Ciwidey – Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga sipil bernama Melkiana Dwitau. Korban meninggal bersama bayi yang masih berada dalam kandungannya.
Insiden tersebut terjadi di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Peristiwa itu terjadi saat gangguan tembakan berlangsung di wilayah tersebut.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan bahwa setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diinginkan. Ia menegaskan bahwa perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Baca Juga: Polda Sumsel Musnahkan 397 Senjata Api Rakitan Ilegal“
Koops TNI Paparkan Kronologi Gangguan Tembakan
Menurut Letkol Wirya, laporan dari lapangan menjadi dasar penyusunan kronologi awal kejadian. Tim juga melakukan analisis lokasi dan pemetaan titik tembakan.
Berdasarkan hasil analisis awal, kelompok bersenjata yang dipimpin Peles Tigau diduga melepaskan tembakan dari tiga lokasi berbeda. Rangkaian gangguan tersebut berlangsung sekitar 15 menit.
Tembakan pertama terdengar sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian, tembakan kembali terdengar dari kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa.
Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan. Setelah itu, mereka meninggalkan lokasi dan bergerak menuju arah sungai.
Personel TNI Tidak Melepaskan Tembakan Balasan
Letkol Wirya menjelaskan bahwa personel Satgas TNI tidak membalas tembakan selama kejadian berlangsung. Personel memilih bertahan di posisi perlindungan sambil memantau situasi.
Menurutnya, hujan lebat, kabut tebal, dan jarak pandang yang terbatas memengaruhi keputusan tersebut. Personel juga mengutamakan keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi.
Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
Analisis Lokasi Masih Terus Berjalan
Koops TNI Habema terus mengumpulkan data dari lokasi kejadian. Tim menganalisis posisi sumber tembakan dan lokasi korban secara menyeluruh.
Hasil analisis awal menunjukkan bahwa tiga titik tembakan berada pada lokasi yang berbeda. Jarak antar titik diperkirakan sekitar 900 hingga 1.500 meter.
Sementara itu, lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik tembakan pertama. Posisi tersebut juga berada lebih jauh dari lokasi personel Satgas TNI.
Koops TNI menyatakan bahwa data tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan. Tim masih menggabungkan hasil analisis dengan bukti lain dari lapangan.
Koops TNI Ingatkan Risiko bagi Warga Sipil
Koops TNI Habema menilai aktivitas kelompok bersenjata di kawasan permukiman meningkatkan risiko bagi masyarakat. Kondisi tersebut dapat membahayakan warga yang tidak terlibat dalam konflik.
Karena itu, Koops TNI menyatakan akan terus menjalankan tugas secara terukur dan profesional. Keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama dalam setiap operasi.
Masyarakat Diminta Menunggu Hasil Penyelidikan
Koops TNI Habema mengajak masyarakat tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, Koops TNI meminta semua pihak memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang objektif. Tim akan mendasarkan hasil penyelidikan pada fakta lapangan dan bukti teknis yang tersedia.
Letkol Wirya menegaskan bahwa Koops TNI Habema akan terus mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Baca Juga: Gumpalan Darah Berbahaya, Kenali Risiko dan Pencegahannya“






