Greenhill Ciwidey – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,4 mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu malam. Peristiwa ini terjadi pada 22 Februari 2026 sekitar pukul 22.09 WIB. Getaran gempa terasa di sejumlah wilayah sekitar Lombok Utara.
Warga yang masih beraktivitas pada malam hari merasakan guncangan singkat. Sebagian warga langsung keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.
“Baca Juga: Parlemen Peru Pilih Balcazar Jadi Presiden Interim“
BMKG Rilis Lokasi dan Kedalaman Gempa


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis data awal terkait gempa ini. BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 75 kilometer barat laut Lombok Utara.
Selain itu, BMKG menyebut gempa terjadi pada kedalaman 25 kilometer. Titik koordinat gempa berada di 7,69 Lintang Selatan dan 116,01 Bujur Timur. Informasi tersebut berasal dari pemantauan alat seismik nasional.
BMKG menyampaikan data ini melalui akun media sosial resmi mereka. Dalam unggahan tersebut, BMKG menekankan bahwa informasi masih bersifat sementara. Oleh karena itu, data bisa berubah setelah proses analisis lanjutan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Meski gempa tergolong ringan, warga tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Gempa susulan bisa saja terjadi setelah guncangan utama. Karena itu, masyarakat sebaiknya memantau informasi resmi dari BMKG.
Warga juga perlu memeriksa kondisi bangunan secara mandiri. Jika ditemukan retakan atau kerusakan, warga harus segera menjauh dari area berisiko. Langkah ini penting untuk mencegah cedera akibat runtuhan.
Selain itu, warga sebaiknya menyiapkan perlengkapan darurat sederhana. Senter, air minum, dan obat-obatan dasar dapat membantu jika terjadi gangguan listrik. Kesiapan ini memberi rasa aman bagi keluarga.
BMKG Tekankan Informasi Masih Sementara
Dalam pernyataannya, BMKG menyertakan penjelasan tambahan. Lembaga tersebut mengutamakan kecepatan dalam menyampaikan informasi awal. Namun, hasil pengolahan data belum sepenuhnya stabil.
BMKG terus memperbarui data seiring masuknya informasi tambahan dari alat pemantau. Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu pembaruan resmi jika terjadi perubahan parameter gempa.
Sementara ini, situasi di Lombok Utara terpantau kondusif. Aparat setempat belum melaporkan dampak signifikan akibat gempa. Meski begitu, warga tetap perlu menjaga ketenangan dan mengikuti arahan resmi.
Dengan sikap waspada dan informasi yang akurat, masyarakat dapat mengurangi risiko saat terjadi gempa. Pemerintah daerah dan BMKG terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keamanan warga.






