Greenhill Ciwidey – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sarmi, Papua, pada Sabtu, 19 September 2026.
BMKG mencatat gempa tersebut terjadi pada pukul 11.18.39 WIB. Hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan magnitudo gempa mencapai M4,9.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 27 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 1,76° LS dan 138,85° BT.
Lokasi episenter berada di laut, sekitar 16 kilometer timur laut Sarmi, Papua. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Baca Juga: Prabowo-Gibran Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC“
BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Sarmi
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan karakteristik gempa tersebut.
Menurut BMKG, gempa Sarmi termasuk gempa dangkal. Aktivitas sesar aktif memicu pergerakan yang menghasilkan gempa tersebut.
Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan jenis pergerakan geser atau strike-slip. Pergerakan tersebut menggambarkan pergeseran batuan secara mendatar.
Selain itu, BMKG menggunakan pemodelan untuk menilai potensi tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak memicu ancaman tsunami.
Karena itu, masyarakat tidak perlu panik akibat potensi tsunami setelah gempa tersebut. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi bangunan sekitar.
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
BMKG memperkirakan gempa terasa di beberapa wilayah Kabupaten Sarmi. Masyarakat Sarmi, Sarmi Selatan, dan Pantai Barat merasakan guncangan tersebut.
Peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan intensitas mencapai IV MMI di wilayah tersebut. Pada tingkat ini, banyak orang dapat merasakan guncangan dalam rumah.
Guncangan tersebut dapat membuat benda-benda ringan bergerak. Masyarakat juga dapat merasakan getaran dengan cukup jelas pada siang hari.
Meski begitu, BMKG belum melaporkan dampak kerusakan akibat gempa tersebut. Tim BMKG terus memantau perkembangan kondisi di wilayah Sarmi.
BMKG Belum Mencatat Gempa Susulan
Hingga pukul 11.35 WIB, BMKG belum mencatat aktivitas gempa bumi susulan. Petugas tetap memantau aktivitas seismik setelah gempa utama.
Pemantauan tersebut penting untuk melihat perkembangan aktivitas gempa di wilayah sekitar. BMKG juga akan memperbarui informasi apabila muncul perkembangan terbaru.
Masyarakat dapat mengikuti informasi gempa melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut membantu masyarakat menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang setelah gempa mengguncang Sarmi. Masyarakat juga perlu menghindari informasi yang berasal dari sumber tidak jelas.
Selain itu, masyarakat perlu memeriksa kondisi bangunan setelah gempa. Bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan dapat menimbulkan risiko keselamatan.
Karena itu, warga sebaiknya menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan. Masyarakat juga perlu mengikuti arahan petugas jika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut.
BMKG akan terus memantau aktivitas gempa di wilayah Sarmi. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gempa. Warga juga dapat mengambil langkah keselamatan berdasarkan informasi dari BMKG.






