Greenhill Ciwidey – Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di Filipina selatan pada Jumat, 18 September 2026.
Insiden tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai tujuh orang lainnya.
Media setempat melaporkan bahwa kedua korban tewas merupakan siswa sekolah tersebut.
Salah satu siswa yang tewas juga menjadi pelaku penembakan dalam insiden tersebut.
“Baca Juga: Gempa M4,9 Guncang Sarmi Papua, Ini Kata BMKG“
Penembakan Terjadi di Banga National High School
Peristiwa itu terjadi di Banga National High School, Banga, Cotabato Selatan.
Departemen Pendidikan Filipina atau DepEd mengonfirmasi laporan penembakan tersebut.
Namun, pejabat pendidikan masih memeriksa sejumlah rincian terkait kejadian.
Karena itu, pihak berwenang belum mengungkap seluruh kronologi penembakan secara lengkap.
Sementara itu, aparat terus mengumpulkan informasi untuk mengetahui rangkaian kejadian di sekolah.
Kegiatan Belajar Mengajar Langsung Dihentikan
Kantor Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Kota Banga segera menghentikan kegiatan belajar.
Penghentian tersebut berlaku untuk semua tingkat pendidikan di wilayah Banga.
Langkah itu bertujuan menjaga keselamatan siswa, guru, dan staf sekolah.
Selain itu, keputusan tersebut memberikan ruang bagi petugas untuk menangani situasi di lokasi.
Pihak sekolah juga menunggu informasi lebih lanjut dari aparat dan pejabat pendidikan.
DepEd Fokus pada Keselamatan Siswa
DepEd menyatakan keprihatinannya terhadap laporan penggunaan senjata api di sekolah.
Departemen tersebut kemudian berkoordinasi dengan kantor pendidikan dan aparat penegak hukum.
Koordinasi itu bertujuan untuk mengetahui penyebab dan kronologi kejadian secara lebih jelas.
DepEd juga menegaskan keselamatan siswa, guru, dan staf sebagai prioritas utama.
Selain itu, departemen tersebut menyiapkan dukungan bagi warga sekolah yang terdampak.
Pemerintah Siapkan Dukungan Psikologis
DepEd menyatakan kesiapan memberikan pertolongan pertama psikologis kepada para korban.
Departemen tersebut juga menyiapkan dukungan kesehatan mental bagi pihak yang membutuhkan.
Langkah itu penting karena insiden penembakan dapat menimbulkan dampak emosional bagi warga sekolah.
Karena itu, pihak berwenang tidak hanya menangani kondisi fisik para korban.
Mereka juga memperhatikan kondisi psikologis siswa, guru, dan staf setelah kejadian.
Masyarakat Diminta Tidak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi
DepEd meminta masyarakat tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung.
Departemen tersebut juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, kantor regional DepEd meminta masyarakat tidak membagikan video kejadian.
Pihak pendidikan menyebut langkah tersebut bertujuan melindungi privasi korban dan keluarga mereka.
Dengan demikian, masyarakat dapat membantu proses penyelidikan dengan menghindari penyebaran informasi yang belum jelas.
Penembakan Terjadi Beberapa Bulan Setelah Kasus Tacloban
Insiden di Banga terjadi kurang dari tiga bulan setelah penembakan lain di Filipina.
Penembakan tersebut terjadi di sebuah sekolah menengah di Kota Tacloban pada Juni 2026.
Peristiwa itu menewaskan sedikitnya tiga siswa dan melukai sekitar 20 orang lainnya.
Rangkaian kejadian tersebut kembali menyoroti keamanan sekolah di Filipina.
Namun, aparat masih perlu menyelesaikan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan kronologi insiden Banga.
Sementara itu, DepEd terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani dampak kejadian tersebut.
“Baca Juga: BPJS Keliling Permudah Layanan JKN di Pangalengan“





