Greenhill Ciwidey – SULUT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus memantau dampak gempa berkekuatan 7,1 di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Gempa tersebut mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Jumat, 10 Januari 2026.
BNPB mengerahkan pemantauan intensif sejak gempa terjadi.
Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan warga serta stabilitas wilayah terdampak.
“Baca Juga: Trump Tegaskan AS Tak Perlu Tunduk pada Hukum Internasional“
BPBD Lakukan Pemantauan Lapangan
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan perkembangan terkini.
Ia menjelaskan BPBD Talaud dan BPBD Sulawesi Utara melakukan pemantauan lapangan.
Tim daerah memeriksa kondisi permukiman dan fasilitas umum.
Mereka juga memantau kemungkinan gempa susulan di sekitar lokasi.
BNPB menilai koordinasi daerah berjalan cepat dan terukur.
Karena itu, BNPB meminta pemantauan berlanjut hingga kondisi benar-benar aman.
Belum Ada Laporan Korban dan Kerusakan
Hingga Minggu, 11 Januari 2026, BNPB belum menerima laporan korban jiwa.
BNPB juga belum menerima laporan kerusakan bangunan dari pemerintah daerah.
Abdul Muhari menyatakan data masih terus diperbarui.
BNPB meminta masyarakat menunggu informasi resmi dari instansi terkait.
Pemerintah daerah terus mengirim laporan berkala.
BNPB memverifikasi setiap informasi sebelum menyampaikan ke publik.
Imbauan BNPB untuk Masyarakat
BNPB mengimbau warga tetap tenang dan waspada.
Imbauan ini penting karena potensi gempa susulan masih ada.
BNPB meminta warga menjauhi bangunan yang terlihat rusak.
Warga juga perlu memastikan lingkungan sekitar aman sebelum beraktivitas.
Selain itu, BNPB mengingatkan warga mengikuti arahan petugas.
Warga juga perlu memantau informasi resmi dari BNPB dan BPBD.
Data Teknis Gempa Kepulauan Talaud
BNPB mencatat gempa berada di koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 17 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 52 kilometer tenggara Melonguane.
Lokasi lain meliputi 124 kilometer barat daya Pulau Karatung.
BNPB juga mencatat jarak 165 kilometer dari Tahuna, Kepulauan Sangihe.
Sementara itu, jarak ke Ternate mencapai sekitar 319 kilometer.
Guncangan Picu Kepanikan Warga
Warga merasakan guncangan kuat selama 20 hingga 30 detik.
Getaran tersebut memicu kepanikan di sejumlah permukiman.
Sebagian warga memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Situasi ini berlangsung singkat namun cukup menegangkan.
BNPB terus mengoordinasikan langkah lanjutan bersama pemerintah daerah.
Tujuannya memastikan keselamatan warga dan pemulihan kondisi wilayah.






