Greenhill Ciwidey – Hizbullah menolak keras kesepakatan gencatan senjata terbaru antara Lebanon dan Israel.
Kelompok tersebut menilai syarat yang didukung Amerika Serikat itu merugikan Lebanon.
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyampaikan penolakan tersebut dalam pernyataan resmi pada Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, kesepakatan itu tidak mencerminkan kepentingan Lebanon.
Ia juga menyebut proses negosiasi dengan Israel tidak menghasilkan solusi yang adil.
Selain itu, ia menilai sebagian besar rakyat Lebanon tidak mendukung kesepakatan tersebut.
“Baca Juga: 5 Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan“
Kesepakatan Baru Fokus pada Zona Keamanan
Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan pembaruan gencatan senjata.
Ketiga pihak menyampaikan kesepakatan itu melalui pernyataan bersama pada 3 Juni 2026.
Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan zona keamanan percontohan di wilayah Lebanon selatan.
Dalam zona itu, anggota Hizbullah tidak boleh beroperasi atau memasuki area tersebut.
Selain itu, kesepakatan juga mensyaratkan penghentian seluruh serangan dari pihak Hizbullah.
Amerika Serikat berencana membantu pelaksanaan dan pengawasan kesepakatan tersebut.
Hizbullah Sebut Kesepakatan Sama dengan Penyerahan Diri
Naim Qassem menilai syarat dalam kesepakatan terlalu menguntungkan Israel.
Menurutnya, penarikan pasukan Hizbullah dari wilayah perbatasan berarti menyerahkan posisi strategis mereka.
Ia menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menerima syarat tersebut.
Qassem juga menilai kesepakatan itu dapat membantu Israel mencapai tujuan militernya tanpa perlawanan.
Karena itu, Hizbullah memilih menolak seluruh isi perjanjian yang diajukan.
Warga Beirut Selatan Ikut Meragukan Kesepakatan
Keraguan terhadap kesepakatan juga muncul di kawasan Dahieh, Beirut Selatan.
Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu basis pendukung Hizbullah.
Seorang pemilik toko bernama Sami mempertanyakan efektivitas gencatan senjata tersebut.
Ia menilai semua pihak harus menghentikan serangan jika ingin menciptakan perdamaian.
Menurutnya, gencatan senjata tidak akan berhasil jika hanya satu pihak yang mematuhi aturan.
Ia juga mempertanyakan makna gencatan senjata ketika serangan masih terus berlangsung.
Serangan Masih Terjadi di Lebanon Selatan
Ketegangan tetap berlangsung meski kesepakatan baru diumumkan.
Pada Kamis, militer Israel kembali melancarkan serangan di beberapa wilayah Lebanon.
Media lokal melaporkan sejumlah korban jiwa akibat serangan tersebut.
Lima orang meninggal dalam serangan udara di kota Sohmor, Lembah Bekaa.
Sementara itu, satu orang lainnya meninggal setelah serangan terhadap sepeda motor di Maaroub.
Rangkaian serangan tersebut semakin mempersulit upaya menciptakan stabilitas di kawasan.
Detail Kesepakatan Masih Menimbulkan Pertanyaan
Kesepakatan terbaru mengharuskan Hizbullah meninggalkan wilayah antara perbatasan Israel dan Sungai Litani.
Area tersebut berada sekitar 30 kilometer di utara perbatasan.
Namun, dokumen kesepakatan belum menjelaskan lokasi pasti zona keamanan yang dimaksud.
Pihak terkait juga belum menjelaskan mekanisme pelaksanaan di lapangan.
Karena itu, banyak pihak masih mempertanyakan efektivitas dan peluang keberhasilan perjanjian tersebut.
Korban dari Pasukan Perdamaian PBB
Konflik yang berlanjut juga berdampak pada pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
UNIFIL mengonfirmasi bahwa satu personelnya meninggal akibat serangan mortir.
Insiden itu terjadi di dekat Marjayoun pada Rabu malam.
Kementerian Pertahanan Serbia mengidentifikasi korban sebagai Sersan Senior Milovan Jovanovic.
Ia merupakan bagian dari kontingen Serbia yang bertugas bersama pasukan UNIFIL di Lebanon.
Pembicaraan Lanjutan Dijadwalkan Juni Ini
Perwakilan Israel dan Lebanon berencana melanjutkan pembicaraan pada 22 Juni 2026.
Kedua pihak berharap dapat mencapai kesepakatan yang lebih menyeluruh.
Namun, penolakan Hizbullah dan serangan yang masih berlangsung menunjukkan tantangan besar masih menghadang.
Situasi di perbatasan Lebanon dan Israel pun tetap menjadi perhatian dunia internasional dalam beberapa pekan ke depan.
“Baca Juga: 5 Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan“
“Baca Juga: 5 Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan“






