Greenhill Ciwidey – Kelompok Houthi Yaman merebut Pulau Mayyun di Laut Merah pada Jumat, 11 September 2026.
Pulau tersebut berada di tengah Selat Bab al-Mandeb. Posisi itu membuat pulau tersebut memiliki nilai strategis bagi jalur pelayaran global.
Houthi kini mengklaim kendali penuh atas kawasan Bab al-Mandeb. Selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Kondisi ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut juga dapat memengaruhi jalur distribusi energi dunia.
“Baca Juga: Trump Hadiri Peringatan 25 Tahun Tragedi 9/11 di Pentagon“
Houthi Rebut Pulau Mayyun
Pasukan Houthi mengirim sejumlah kapal yang membawa pejuang bersenjata menuju Pulau Mayyun.
Pejuang Houthi tiba setelah pasukan pemerintah Yaman meninggalkan pulau tersebut sehari sebelumnya.
Seorang pejabat pemerintah setempat mengonfirmasi perkembangan tersebut kepada AFP. Pejabat itu meminta AFP merahasiakan identitasnya.
Menurut pejabat tersebut, Houthi kini menguasai Pulau Mayyun dan kawasan Bab al-Mandeb.
Seorang saksi mata juga melihat kelompok bersenjata bergerak di sepanjang pesisir selat.
Saksi tersebut melihat para pejuang menggunakan kendaraan militer untuk berkeliling di kawasan tersebut.
Dengan posisi itu, Houthi mendapatkan kendali penting atas salah satu jalur laut strategis.
Arab Saudi Lancarkan Serangan Udara
Arab Saudi langsung merespons perkembangan tersebut dengan melancarkan puluhan serangan udara.
Menurut media Houthi, dua serangan terbaru menghantam Bandara Mocha pada Jumat.
Serangan tersebut menunjukkan bahwa Arab Saudi masih berusaha menghentikan pergerakan pasukan Houthi.
Namun, serangan udara sebelumnya belum mampu menghentikan kemajuan kelompok tersebut.
Houthi terus mencatat kemenangan dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah yang mendapat dukungan Arab Saudi.
Pertempuran tersebut telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak pekan sebelumnya.
Sebagian besar korban berasal dari kalangan kombatan yang terlibat langsung dalam pertempuran.
Konflik Yaman Ancam Jalur Energi Dunia
Bab al-Mandeb memiliki peran penting dalam perdagangan antara Asia dan Eropa.
Selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan jalur menuju Terusan Suez.
Jalur tersebut juga menjadi rute penting bagi pengiriman minyak dari Arab Saudi.
Arab Saudi merupakan salah satu negara eksportir minyak terbesar dunia.
Karena itu, penguasaan Bab al-Mandeb dapat meningkatkan risiko terhadap arus energi global.
Harga minyak juga menunjukkan tekanan akibat meningkatnya ketegangan kawasan.
Pada Jumat, harga minyak Brent berada di atas 100 dolar AS per barel.
Harga minyak West Texas Intermediate atau WTI juga melewati angka 100 dolar AS.
Kenaikan tersebut menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur distribusi energi.
Houthi Sebelumnya Ganggu Pelayaran Laut Merah
Houthi sebelumnya sudah menggunakan drone dan rudal untuk mengganggu pelayaran di Laut Merah.
Kelompok tersebut menjadikan kapal-kapal yang melintas sebagai bagian dari strategi menghadapi lawan.
Namun, Houthi sebelumnya belum menguasai wilayah yang berbatasan langsung dengan Bab al-Mandeb.
Penguasaan Pulau Mayyun kini mengubah posisi strategis kelompok tersebut.
Houthi dapat menggunakan lokasi tersebut untuk memperkuat pengawasan terhadap kawasan selat.
Perkembangan ini juga dapat meningkatkan kekhawatiran perusahaan pelayaran internasional.
Konflik Yaman Kembali Memicu Pengungsian
Pertempuran terbaru juga menimbulkan dampak besar bagi masyarakat Yaman.
Organisasi Internasional untuk Migrasi mencatat hampir 20.000 orang meninggalkan rumah mereka.
Mereka mengungsi akibat pertempuran yang terus berlangsung di sejumlah wilayah.
Konflik tersebut juga meningkatkan risiko munculnya kembali krisis kemanusiaan yang lebih besar.
Yaman sebelumnya sudah menghadapi perang panjang selama bertahun-tahun.
Houthi merebut ibu kota Sanaa sebelum menghadapi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015.
Kedua pihak kemudian mencapai gencatan senjata melalui mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022.
Namun, perkembangan terbaru kembali meningkatkan ketegangan di negara tersebut.
Bab al-Mandeb Kini Menjadi Titik Panas Baru
Penguasaan Bab al-Mandeb menambah satu titik panas dalam konflik Timur Tengah.
Kondisi tersebut terjadi ketika ketegangan juga meningkat di sekitar Selat Hormuz.
Iran sebelumnya memblokade Selat Hormuz sebagai bagian dari konflik yang lebih luas.
Selat Hormuz memiliki peran penting dalam distribusi energi global.
Kini, perkembangan di Bab al-Mandeb menghadirkan risiko tambahan bagi perdagangan dan pengiriman minyak.
Karena itu, pasar energi global akan terus mencermati pergerakan Houthi dan respons Arab Saudi.
Perkembangan konflik Yaman juga dapat menentukan keamanan salah satu jalur pelayaran paling penting dunia.
“Baca Juga: Cara Melindungi Kulit dari Paparan Abu Vulkanik“






