Greenhill Ciwidey – Keberadaan jembatan gantung membawa perubahan besar bagi warga Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.
Jembatan ini menghubungkan Kampung Punaga Jolok dengan Kampung Baru secara langsung.
Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan memutar selama hampir satu jam.
Kini, warga hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk menyeberang antarkampung.
Perubahan ini langsung terasa dalam aktivitas harian masyarakat, terutama bagi para pelajar.
Selain itu, jembatan tersebut juga mempercepat akses sosial dan ekonomi warga setempat.
“Baca Juga: Dubes Iran Ungkap 3.117 Korban Tewas Akibat Kerusuhan“
Pelajar Merasakan Manfaat Akses Lebih Cepat
Sinta, siswi kelas VI SDN 4 Mandala Kasih, merasakan manfaat besar dari jembatan gantung ini.
Ia menyebut perjalanan menuju rumah temannya kini jauh lebih singkat.
Sebelumnya, Sinta harus memutar jauh untuk mencapai kampung seberang.
Namun sekarang, ia bisa menyeberang langsung melalui jembatan gantung.
Menurut Sinta, waktu tempuh hanya sekitar lima menit.
Karena itu, ia berharap jembatan tersebut bisa bertahan lama.
Ia ingin jembatan terus digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Akses Bermain dan Belajar Menjadi Lebih Mudah
Hal serupa juga disampaikan oleh Aisya Albi Kamila, siswi kelas VI SDN 4 Mandala Kasih.
Aisya mengaku sangat senang dengan hadirnya jembatan gantung tersebut.
Sebelumnya, ia harus memutar ke jalan raya untuk menyeberang.
Namun sekarang, ia bisa langsung melintasi sungai dengan aman.
Jembatan gantung tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter.
Lebarnya mencapai 1,2 meter dan cukup untuk aktivitas pejalan kaki.
Karena itu, anak-anak merasa lebih nyaman saat melintas setiap hari.
Jembatan Dukung Aktivitas Ekonomi Warga
Manfaat jembatan gantung juga dirasakan langsung oleh warga dewasa.
Soni Irmawan, warga Kampung Punaga Jolok, menyebut jembatan ini sangat membantu ekonomi masyarakat.
Menurutnya, jembatan mempermudah aktivitas berdagang dan bertani.
Selain itu, nelayan juga lebih mudah membawa hasil tangkapan.
Dengan akses lebih singkat, warga bisa menghemat waktu dan tenaga.
Karena itu, produktivitas masyarakat meningkat secara bertahap.
Konstruksi Lebih Kokoh dari Jembatan Lama
Soni menjelaskan bahwa jembatan baru memiliki konstruksi lebih kuat.
Jembatan lama hanya menggunakan dua sling penahan.
Namun jembatan baru kini menggunakan enam sling berukuran lebih besar.
Karena itu, warga berharap jembatan bisa digunakan dalam jangka panjang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan jembatan tersebut.
Soni mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga mengapresiasi KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak atas dukungan pembangunan.
Menurut warga, jembatan ini menjadi akses vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
“Baca Juga: Longboat Tenggelam di Halmahera Selatan, Balita Tewas“






