Greenhill Ciwidey – Badai musim dingin ekstrem melumpuhkan perjalanan udara di Amerika Serikat sejak akhir pekan.
Lebih dari 14.000 penerbangan dibatalkan hingga Senin, 26 Januari 2026.
Layanan pelacakan penerbangan mencatat gangguan terjadi secara luas di berbagai bandara utama.
Kondisi cuaca buruk terus menghambat mobilitas jutaan warga.
Selain pembatalan, ribuan penerbangan juga mengalami penundaan signifikan.
Situasi ini memicu kekacauan jadwal perjalanan udara nasional.
“Baca Juga: Jembatan Gantung Pangkas Waktu Tempuh Warga Pameungpeuk Garut“
Ribuan Penerbangan Dibatalkan Sejak Akhir Pekan
Data dari FlightAware menunjukkan lonjakan pembatalan sejak Sabtu.
Pada Sabtu, maskapai membatalkan 3.898 penerbangan.
Kemudian, pembatalan meningkat menjadi 8.822 penerbangan pada Minggu.
Sementara itu, maskapai kembali membatalkan 1.549 penerbangan pada Senin.
Selain itu, sistem mencatat lebih dari 3.004 penerbangan tertunda pada Sabtu.
Kondisi ini membuat bandara menghadapi antrean panjang dan penumpukan penumpang.
Badai Berdampak Luas dari Barat Daya hingga Timur Laut
Media internasional melaporkan badai memicu keadaan darurat di banyak wilayah.
Jutaan warga menghadapi ancaman cuaca ekstrem sejak Sabtu.
Badai diperkirakan bergerak dari wilayah Barat Daya menuju Timur Laut.
Layanan Cuaca Nasional memperkirakan hujan salju lebat melanda wilayah tengah dan timur.
Salju tebal diprediksi turun dari Oklahoma hingga Maine bagian selatan.
Sementara itu, wilayah Selatan dan Tenggara menghadapi hujan beku dan hujan es.
Pemerintah Tetapkan Status Darurat di Puluhan Wilayah
Presiden AS Donald Trump memperingatkan datangnya gelombang dingin ekstrem.
Ia menyebut suhu dingin berpotensi memecahkan rekor di banyak negara bagian.
Pemerintah federal menyetujui deklarasi darurat untuk 12 negara bagian.
Selain itu, setidaknya 22 negara bagian menetapkan status darurat mandiri.
Washington D.C. juga menyatakan keadaan darurat menghadapi badai tersebut.
Langkah ini bertujuan mempercepat bantuan dan koordinasi lintas lembaga.
Pemadaman Listrik Meluas di Wilayah Selatan
Dampak badai juga memicu pemadaman listrik di berbagai daerah.
Lebih dari 130.000 pelanggan kehilangan aliran listrik hingga Senin sore.
Sebagian besar pemadaman terjadi di Texas dan Louisiana.
Cuaca ekstrem merusak jaringan listrik dan menghambat proses perbaikan.
Petugas terus bekerja untuk memulihkan pasokan listrik secara bertahap.
Ancaman Suhu Ekstrem Masih Berlanjut
Peramal cuaca memperkirakan suhu dingin terus meluas pada awal pekan.
Wilayah Great Plains menghadapi angin dingin berbahaya pada Senin.
Layanan Cuaca Nasional memperingatkan dampak melumpuhkan di wilayah Tenggara.
Penumpukan es tebal berpotensi memicu gangguan transportasi lanjutan.
Otoritas mengimbau warga membatasi perjalanan selama cuaca ekstrem berlangsung.
“Baca Juga: Dua Polisi Polda Jabar Gugur Saat Tugas Longsor Cisarua“






