Greenhill Ciwidey – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua kabupaten Sulawesi. Kebakaran tersebut terjadi pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Peristiwa pertama melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Kedua kejadian tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 5,5 hektare. Meski demikian, BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa tersebut.
“Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, Asap Capai 200 Meter“
Kebakaran Lahan di Kabupaten Luwu Menghanguskan 4 Hektare
Kebakaran pertama terjadi di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Api mulai melanda lahan kosong milik warga sekitar pukul 16.20 WITA.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan penyebab cepatnya perambatan api.
Menurut laporan BNPB, kondisi lahan yang kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api. Akibatnya, kebakaran menghanguskan lahan seluas empat hektare.
Namun, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga sekitar juga ikut membantu petugas selama proses pemadaman.
Tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 18.30 WITA.
Karhutla di Kolaka Timur Membakar Kebun Warga
Kebakaran berikutnya melanda Desa Woiha, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Api membakar kebun warga yang berada di belakang sekolah luar biasa (SLB).
Lahan tersebut memiliki tanaman kelapa sawit berusia kurang dari satu tahun. Selain itu, kebakaran juga menghanguskan sejumlah tanaman sagu.
BNPB memperkirakan kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas 1,5 hektare. Beruntung, peristiwa ini juga tidak menimbulkan korban jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur segera berkoordinasi dengan berbagai pihak. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi lokasi kebakaran.
Hingga Sabtu, 31 Oktober 2026, petugas berhasil memadamkan api. Dengan demikian, kedua lokasi kebakaran sudah tidak menunjukkan aktivitas api menurut laporan BNPB.
BNPB Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem
BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Kondisi lingkungan yang kering dapat memperbesar risiko kebakaran lahan.
Selain itu, masyarakat perlu menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat angin bertiup kencang.
Masyarakat juga perlu segera melaporkan kemunculan api kepada petugas setempat. Langkah cepat tersebut dapat membantu mencegah kebakaran meluas ke area permukiman maupun perkebunan.
Dua kejadian di Sulawesi ini menjadi pengingat pentingnya pencegahan karhutla. Kewaspadaan masyarakat dan koordinasi petugas berperan besar dalam mengurangi risiko kebakaran.
“Baca Juga: Manfaat Tidur Siang Singkat untuk Mencegah Kepikunan“






