Greenhill Ciwidey – Kelompok hak asasi manusia HRANA melaporkan jumlah korban tewas protes di Iran telah melampaui 3.000 orang.
Laporan itu menyebut total 3.090 kematian sejak protes meletus pada akhir Desember 2025.
Sebanyak 2.885 korban berasal dari kalangan demonstran sipil.
HRANA mengatakan timnya memverifikasi data melalui jaringan saksi dan laporan lapangan.
“Baca Juga: 4 WNI Diculik di Gabon, Kemlu Pantau Penyelamatan“
Teheran Relatif Tenang Selama Beberapa Hari
Ibu kota Teheran terlihat lebih tenang dalam empat hari terakhir.
Sejumlah warga menyampaikan kondisi tersebut kepada Reuters.
Mereka menyebut aparat keamanan tetap berjaga di berbagai titik strategis.
Drone pengawas masih terbang di atas kota setiap hari.
Namun, warga tidak melihat aksi demonstrasi besar pada Kamis dan Jumat.
Seorang warga di wilayah utara dekat Laut Kaspia menyampaikan kondisi serupa.
Ia mengatakan aktivitas jalanan berjalan normal tanpa kerumunan massa.
Protes Meletus Karena Tekanan Ekonomi
Aksi protes pertama kali muncul pada 28 Desember 2025.
Warga memulai aksi karena tekanan ekonomi dan melonjaknya biaya hidup.
Dalam waktu singkat, protes berkembang ke berbagai kota besar.
Demonstrasi kemudian berubah menjadi gerakan nasional dengan tuntutan luas.
Pemerintah Iran merespons dengan pengerahan aparat keamanan.
Media pemerintah melaporkan penangkapan terus berlangsung di banyak daerah.
Sejumlah warga menilai tindakan keras tersebut meredam protes untuk sementara.
Internet Mulai Pulih Setelah Pemadaman Panjang
Kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan kenaikan kecil konektivitas internet.
Pemulihan terjadi setelah pemadaman total selama sekitar delapan hari.
NetBlocks menyebut konektivitas hanya mencapai dua persen dari kondisi normal.
Media TRT World mengutip pernyataan tersebut melalui platform X.
Beberapa warga Iran di luar negeri melaporkan komunikasi mulai terbuka.
Mereka mengaku berhasil mengirim pesan ke pengguna di dalam Iran.
Pernyataan Donald Trump Soal Eksekusi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut menyoroti situasi Iran.
Ia sebelumnya mengancam tindakan keras jika Iran mengeksekusi pengunjuk rasa.
Trump kemudian menulis bahwa kepemimpinan Iran membatalkan eksekusi massal.
Ia menyebut lebih dari 800 eksekusi terjadwal telah dibatalkan.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun media sosialnya.
Namun, pemerintah Iran belum mengumumkan rencana eksekusi tersebut.
Teheran juga belum mengonfirmasi adanya pembatalan resmi.
Ketidakpastian Masih Membayangi Iran
Situasi di Iran tetap penuh ketidakpastian meski jalanan terlihat tenang.
Jumlah korban yang besar meningkatkan tekanan internasional terhadap pemerintah.
Pemulihan internet yang terbatas menunjukkan kontrol negara masih ketat.
Banyak pengamat menilai stabilitas saat ini bersifat sementara.





