Greenhill Ciwidey – Polda Metro Jaya memeriksa seorang model berinisial AWS terkait dugaan penyebaran berita bohong. AWS sebelumnya mengunggah cerita pembegalan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Cerita tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Namun, polisi kemudian memastikan bahwa kejadian itu tidak benar.
AWS menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis malam. Setelah pemeriksaan selesai, AWS terlihat keluar sekitar pukul 20.16 WIB.
“Baca Juga: Video Aktivis Gaza Picu Kecaman, Dubes Israel Dipanggil“
AWS Menangis Saat Keluar dari Gedung Pemeriksaan
AWS mengenakan hoodie biru dan celana panjang berwarna krem saat meninggalkan gedung pemeriksaan. Selain itu, AWS juga menutupi wajah menggunakan masker dan hoodie.
Seorang perempuan mendampingi AWS ketika keluar dari gedung. Beberapa personel penyidik Polda Metro Jaya juga terlihat berada di lokasi.
Saat awak media mencoba mengajukan pertanyaan, AWS tidak memberikan jawaban apa pun. Ia hanya terlihat menangis selama berjalan keluar dari area pemeriksaan.
Situasi tersebut langsung menarik perhatian wartawan yang menunggu sejak sore hari. Namun, AWS tetap memilih diam dan meninggalkan lokasi.
Polisi Benarkan Pemeriksaan terhadap AWS
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan pemeriksaan terhadap AWS.
Budi menjelaskan bahwa penyidik melakukan pemeriksaan untuk meminta penjelasan dari AWS terkait unggahan viral tersebut.
“Iya, pemeriksaan di Siber dalam rangka penjelasan yang bersangkutan,” ujar Budi pada Kamis.
Penyidik kemudian mendalami alasan AWS membuat unggahan tersebut. Polisi juga menelusuri dampak penyebaran informasi yang sudah viral di media sosial.
Polisi Pastikan AWS Bukan Korban Begal
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa AWS bukan korban pembegalan maupun tindak kriminal lainnya.
Menurut polisi, AWS mengunggah cerita tersebut di media sosial hingga menjadi viral. Namun, polisi menduga AWS hanya melakukan aksi itu karena motif iseng.
Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap AWS.
Selain itu, polisi juga melibatkan beberapa pihak untuk mendampingi proses pemeriksaan. Tim tersebut terdiri dari Direktorat PPA dan PPO, Satres PPA PPO Jakarta Barat, serta Polsek Kebon Jeruk.
Polisi juga menghadirkan UPT P3A, psikolog, dan tim Dokkes untuk membantu proses pendampingan terhadap AWS.
Kasus Hoax Jadi Sorotan di Media Sosial
Kasus ini kembali menunjukkan besarnya dampak informasi palsu di media sosial. Unggahan viral dapat memicu kepanikan dan membentuk opini publik dengan cepat.
Karena itu, polisi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi. Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan kebenaran suatu kejadian sebelum membagikannya ke media sosial.
Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus tersebut. Polisi juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kemungkinan proses hukum berikutnya.
“Baca Juga: Catat! Jadwal Imunisasi Bayi Sesuai Anjuran Kemenkes“






