Greenhill Ciwidey – Seorang oknum polisi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diduga melakukan tindakan cat calling terhadap seorang wanita.
Aksi itu terekam dalam sebuah video yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan momen ketika korban marah setelah menjadi target pelecehan verbal oleh oknum polisi yang berseragam lengkap.
Dalam video itu, wanita tersebut tampak mendekati petugas dan menegur keras perilakunya.
Dengan nada tinggi, ia berkata, “Sini loh, sini.”
Polisi yang diduga melakukan pelecehan terlihat panik dan langsung menjauh.
Sambil menutupi wajahnya, ia berkata, “Maafin mbak, maafin,” seolah berusaha menghindari kamera.
Korban Tegur Oknum Polisi dengan Nada Marah
Korban yang merekam kejadian itu menegaskan kemarahannya di depan beberapa polisi lain.
Ia menyebut tindakan tersebut sangat tidak pantas, terutama karena dilakukan oleh aparat berseragam.
“Polisi loh kalian godain cewek. Gil* lu ya,” ucap korban dengan suara tegas dan emosi.
Ia juga menjelaskan bahwa kejadian seperti ini bukan pertama kalinya.
Korban mengaku sering mengalami pelecehan verbal saat berjalan kaki di sekitar kawasan tersebut.
Namun kali ini ia sangat marah karena pelakunya justru berasal dari pihak yang seharusnya melindungi masyarakat.
“Ada aja dong polisi yang nge-catcall. Aku udah sering jalan kaki dan sering di-catcall,” ungkapnya dalam video.
Kronologi Kejadian dan Reaksi Publik
Kejadian tersebut terjadi di area publik yang cukup ramai.
Beberapa warga sekitar terlihat memperhatikan peristiwa itu namun tidak ikut campur.
Setelah video tersebar di media sosial, banyak warganet menyoroti perilaku tidak pantas dari oknum polisi tersebut.
Mereka menilai tindakan itu mencoreng citra institusi kepolisian.
Beberapa pengguna media sosial menuntut kepolisian agar segera menindak tegas pelaku.
Warganet memuji keberanian korban yang merekam dan menegur pelaku secara langsung.
Mereka menganggap aksi korban sebagai langkah penting untuk melawan pelecehan verbal yang sering diremehkan.
Banyak pengguna media sosial membagikan ulang video itu sambil menambahkan tagar #StopCatCalling dan #TindakOknumPolisi.
Pihak Kepolisian Lakukan Tindakan dan Klarifikasi
Setelah video viral, pihak kepolisian langsung menanggapi kejadian ini.
Kepolisian Jakarta Selatan menyatakan telah mengidentifikasi anggota yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Mereka berjanji akan menindak sesuai aturan yang berlaku jika terbukti bersalah.
Kapolres Jakarta Selatan menegaskan bahwa setiap anggota wajib menjaga sikap dan kehormatan institusi.
Ia menambahkan bahwa tindakan pelecehan, termasuk cat calling, tidak akan ditoleransi.
“Oknum yang melanggar etika dan disiplin akan segera diproses,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangan resminya.
Langkah cepat tersebut diharapkan bisa memulihkan kepercayaan publik.
Selain itu, masyarakat juga berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi aparat untuk bersikap profesional di lapangan.
Cat Calling dan Pentingnya Kesadaran Sosial
Kasus ini kembali memicu diskusi publik tentang pelecehan verbal di ruang publik.
Cat calling tampak sepele, tetapi tindakan itu membuat korban merasa tidak aman dan terintimidasi.
Masyarakat harus memahami bahwa godaan atau siulan terhadap perempuan bukan pujian, melainkan bentuk pelecehan.
Aktivis perempuan menilai kasus ini menunjukkan pentingnya pelatihan etika bagi aparat penegak hukum.
Mereka juga mendorong korban pelecehan untuk berani melapor agar pihak berwenang segera menindak pelaku.
Kesimpulan: Ketegasan Aparat Menjadi Ujian Kepercayaan Publik
Kasus dugaan cat calling oleh oknum polisi di Kebayoran Baru menjadi ujian bagi institusi kepolisian.
Tindakan cepat dan transparan akan menunjukkan komitmen mereka menjaga integritas.
Masyarakat kini menunggu hasil investigasi dan berharap kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa ini mengingatkan semua pihak bahwa pelecehan, sekecil apa pun, tidak bisa ditoleransi.
Setiap individu, termasuk aparat penegak hukum, wajib menjaga sikap dan menghormati sesama warga.






